0%
logo header
Senin, 10 Agustus 2026 12:42

Sambut HUT ke-81 RI, FORDES Matappa Gelar Kerja Bakti Serentak di 20 Desa dan Kelurahan

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Fordes Matappa Kerja Bakti Serentak
Ket: Fordes Matappa Kerja Bakti Serentak

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU — Kemerdekaan tak selalu harus dirayakan dengan seremoni. Di wilayah lingkar tambang, semangat itu justru diterjemahkan lewat kerja nyata. Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Desa (Fordes) Matappa bersama pemerintah desa dan masyarakat menggelar kerja bakti serentak di 20 desa dan kelurahan.

Gerakan tersebut menjadi penanda bahwa gotong royong masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Warga turun langsung membersihkan lingkungan, fasilitas umum, dan sejumlah ruang bersama yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bagi Fordes Matappa, kegiatan ini bukan sekadar agenda bersih-bersih menjelang perayaan kemerdekaan. Kerja bakti ditempatkan sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat, pemerintah desa, dan kelembagaan desa dalam satu kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung.

Baca Juga : Tim FORDES MATAPPA Bonelemo Cepat Tanggap Padamkan Kebakaran Lahan

Ketua Fordes Matappa Desa To’baru, Sultan, mengatakan persoalan kebersihan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran warga untuk bergerak bersama menjadi kunci agar lingkungan tetap terjaga.

“Gotong royong ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga bagaimana kita membangun kepedulian bersama. Ketika masyarakat bergerak bersama, pekerjaan menjadi lebih ringan dan rasa kebersamaan semakin kuat,” ujar Sultan, Jumat (7/8).

Menurutnya, kegiatan sederhana seperti kerja bakti justru dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian sosial yang lebih luas. Ketika warga terbiasa terlibat dalam urusan bersama, rasa memiliki terhadap desa juga semakin tumbuh.

Baca Juga : Membangun dari Aspirasi, FORDES MATAPPA Jadi Jembatan Masyarakat, Desa, dan MDA

Hal senada disampaikan Ketua Fordes Matappa Desa Kadundung, Palimping. Ia menilai momentum kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada pemasangan atribut dan kegiatan seremonial.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan yang nyata dan bermanfaat. Menjaga kebersihan desa adalah tanggung jawab kita bersama. Dari kegiatan seperti ini, kita bisa memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” kata Palimping.

Sementara Ketua Fordes Matappa Desa Sampeang, Akmal, melihat gotong royong sebagai modal sosial yang penting bagi desa, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Baca Juga : Bukan Sekadar Forum, Fordes MATAPPA Jadi Ruang Harapan Masyarakat Lingkar Tambang

Menurutnya, masyarakat yang terbiasa bekerja bersama akan memiliki komunikasi dan rasa saling percaya yang lebih kuat. Modal sosial tersebut menjadi penting agar persoalan yang muncul di desa dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kebersamaan, bukan dengan memperlebar perbedaan.

“Kerja bakti ini menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan saling percaya di tengah masyarakat. Kalau warga solid dan saling mendukung, desa akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan. Dari desa yang rukun dan kompak, pembangunan Kabupaten Luwu juga akan memiliki fondasi yang semakin kuat,” tutur Akmal.

Kerja bakti serentak di 20 desa dan kelurahan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 RI dapat diisi dengan cara yang lebih substantif.

Baca Juga : Aspirasi Warga Ditindaklanjuti, MDA dan Dishub Luwu Pasang Imbauan Keselamatan di Tiga Desa

Kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang merawat ruang hidup bersama. Membersihkan lingkungan, menjaga fasilitas umum, dan membangun komunikasi antarwarga merupakan bentuk sederhana dari tanggung jawab sosial yang dampaknya jauh lebih panjang dibandingkan sekadar seremoni.

Di wilayah lingkar tambang, gerakan tersebut juga memperlihatkan pentingnya menjaga kohesi sosial di tingkat desa. Ketika masyarakat, pemerintah desa, dan forum desa dapat duduk dalam satu barisan untuk mengerjakan kepentingan bersama, perbedaan kepentingan dapat diletakkan di belakang kepentingan yang lebih besar: menjaga desa tetap rukun, bersih, dan nyaman sebagai ruang hidup bersama.

Fordes Matappa berharap semangat tersebut tidak berhenti setelah peringatan kemerdekaan. Gotong royong diharapkan menjadi kebiasaan sosial yang terus hidup dan menjadi bagian dari upaya membangun desa secara berkelanjutan.

Baca Juga : Aspirasi Warga Ditindaklanjuti, MDA dan Dishub Luwu Pasang Imbauan Keselamatan di Tiga Desa

Sebab, pembangunan desa pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau banyaknya program. Ia juga membutuhkan masyarakat yang mau bergerak, saling percaya, dan merasa memiliki tempat yang mereka sebut sebagai desa. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646