REPUBLIKNEWS.CO.ID, PALU — Kapal KRI Makassar yang mengangkut tim bencana korban gempa dan tsunami Palu Donggala dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel telah tiba di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (02/10/2018) kemarin, untuk memberikan pertolongan bantuan kemanusiaan. Tim langsung memberikan bantuan logistik kepada Pemerintah Kota Palu.
Mereka tiba sekira pukul 12.00 Wita, selanjutnya, bersama konvoi bersama TNI, Polri, tenaga kesehatan dan relawan meninggalkan pelabuhan pada pukul 14.00 Wita menuju ke beberapa titik melakukan pertolongan dan memberikan bantuan.
Kepala Satpol PP Sulsel, Mujiono yang didampingi oleh Sekretaris Satpol PP Sulsel Abdul Kahar Kudus menyerahkan bantuan logistik ke Wali Kota Palu, Hidayat dan disaksikan oleh Ketua DPRD Palu di Rumah Jabatan yang sekaligus sebagai tempat penampungan bencana.
Baca Juga : Disparbud Gowa Fasilitasi Siswa Kenal Peninggalan Sejarah di Museum Balla Lompoa
“Bantuan ini kami serahkan ke Pak Wali Kota. Sebagian bantuan diserahkan di Korem dan Polda,” kata Mujiono.
Adapun bantuan yang di berikan berupa makanan siap saji mie instan, air gelas, telur, beras, gula dan kopi juga termasuk pakai bekas.
Mujiono menjelaskan, penyarahan bantuan di Rumah Jabatan Wali Kota karena dari informasi yang ada lebih banyak warga berposko dibandingkan di Kantor Gubernur atau Rumah Jabatan Gubernur.
Baca Juga : Kemenangan Kontingen Gowa di MTQ Sulsel Berhasil Masuk Lima Besar
Wali Kota Palu, mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat dan pemerintah Sulsel atas bantuan yang telah diberikan. Apalagi warga sangat membutuhkan.
“Terima kasih banyak, bantuan ini sangat bermanfaat, kami memang kekurangan logistik, karena ini kejadian tiba-tiba, persedian yang ada hanya skala kecil, Kota Palu total lumpuh,” sebutnya.
Hidayat menyampaikan berbagai upaya dilakukan untuk logistik termasuk dengan dari bantuan yang ada.
Baca Juga : Pesta Siaga Perdana di Gowa jadi Ruang Belajar Nilai-nilai Kepramukaan
Kondisi masyarakat pun, sebutnya semakin beringas untuk mengambil logistik makanan, sudah tidak sabar menunggu, Ia juga mencoba menjelaskan kepada masyarakat kondisi yang ada dan berharap cepat pulih.
“Semoga kami cepat pulih. Saya salam sama Pak Gubernur, semoga senangtiasa dalam lindunganya,” harap Hidayat.
Hidayat sendiri pasca kejadian sempat dikabarkan meninggal dunia, sontak hal itu menambah keprihatian yang dialami oleh masyarakat Palu. Tapi, kabar tersebut rupanya tidak benar.
Baca Juga : Gagas Desa Siaga Bencana di Kelurahan Katimbang, PLN UIP Sulawesi Raih Penghargaan Pemkot Makassar
Adapun tim Satpol PP Sulsel yang diterjunkan, sebanyak 25 orang dengan sembilan orang relawan. Bersama mereka sebanyak 216 kendaraan membawa logistik ke berbagai titik. Rencananya Pemprov, Kamis (4/9) mendatang kembali mengirimkan 300 kendraaan mengangkut logistik.
“Kami mengirimkan petugas Satpol PP yang berpengalaman dan punya keahlian di lapangan. Alat juga kami turunkan berupa Dalmas untuk pengangkutan evakuasi,” papar Abdul Kahar K.
Adapun jumlah rombongan yang menggunakan KRI Makassar sebanyak 1800 orang yang terdiri dari seluruh kesatuan TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, PMI serta dari pihak BUMN dan Perbankan ditambah dengan berbagai organisasi relawan dari berbagai daerah di Sulsel.
Baca Juga : Gagas Desa Siaga Bencana di Kelurahan Katimbang, PLN UIP Sulawesi Raih Penghargaan Pemkot Makassar
Mereka dilepas oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Minggu (30/09/2018) lalu. (rls)
