0%
logo header
Sabtu, 11 Juni 2022 17:20

Setalah Sinjai, Kini Warga Bone yang Tewas Ditangan Tetangganya Karena Masalah Batas Tanah

Ilustrasi Tewas Ditikam. (Istimewa)
Ilustrasi Tewas Ditikam. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Supu (45), warga Desa Mattoanging, Kecamatan Tellusiattinge, Kabupaten Bone, tewas setelah dianiaya menggunakan senjata tajam oleh UA (45). Korban tergeletak dengan luka di sekujur tubuhnya akibat dibacok menggunakan sabit oleh pelaku.

Kapolres Bone AKBP Ardiansyah menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 11 Juni 2022 sekira pukul 08.30 WITA, saat itu salah seorang saksi mendapati pelaku dan korban bertengkar diduga akibat permasalahan batas tanah.

Ardyansyah menjelaskan korban SP yang baru saja pulang mengambil rumput awalnya dihadang oleh pelaku di depan rumahnya. Keduanya kemudian adu mulut hingga membuat UA langsung merampas sabit milik korban dan langsung menyerangnya.

Baca Juga : Tanam Mangrove di Desa Polewali Bone, DKP Sulsel Target 154 Ribu Pohon di Wilayah Bosowasi

“Saat korban pulang dari mengambi rumput tiba-tiba dihadang oleh tersangka di depan rumahnya dan terjadi pertengkaran,” kata Ardiansyah.

Saat pertengkaran itu terjadi, pelaku langsung merampas sabit korban dan melakukan penganiayaan hingga beberapa kali termasuk menyayat leher korban.

Kini pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tellu Siattinge untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Baca Juga : Pria di Bone Diduga Jadi Korban Salah Tangkap, Polisi Sebut Sudah Berakhir Damai

Sebelumnya, sepekan lalu warga di Desa Saotengah, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, juga tewas setelah setelah ditusuk oleh tetangganya sendiri. Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Abustam mengatakan peristiwa tersebut diduga karena masalah batas tanah.

“Satu kali tusukan diperut korban hingga tewas dan tergeletak,” ujar AKP Abustam, Senin (06/06/2022).

Penulis : Muh. Ram (Warga Kabupaten Bone)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646