REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menyimpan dananya di perbankan terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Hingga Juni 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan di Sulsel mencapai Rp149,77 triliun atau tumbuh 5,71 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch. Muchlasin mengatakan, pertumbuhan DPK tersebut mencerminkan masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.
Baca Juga : Azis Peter Ajak Warga Gowa Jaga Kedamaian Daerah
“Nilai DPK kita sekarang di Juni 2026 sebesar Rp149,77 triliun. Sementara di periode yang sama tahun sebelumnya hanya mencapai Rp141,69 triliun,” ujar Moch. Muchlasin dalam keterangannya, kemarin.
Secara tahunan, pertumbuhan DPK tersebut berasal dari tiga jenis simpanan masyarakat, yakni tabungan, giro, dan deposito. Dari ketiga jenis DPK tersebut, tabungan menjadi portofolio dengan kontribusi terbesar. Hingga Juni 2026, nilai tabungan mencapai Rp92,03 triliun atau sekitar 61,45 persen dari total DPK perbankan di Sulsel.
“Besarnya porsi tabungan menunjukkan bahwa masyarakat masih menjadikan perbankan sebagai pilihan utama untuk menyimpan dana sekaligus menjaga likuiditas keuangan rumah tangga maupun usaha,” terangnya.
Baca Juga : Beri Kontribusi Ekonomi, Perputaran Uang di MHM 2026 Tembus Rp52,3 Miliar
Sementara itu, keberadaan giro dan deposito melengkapi struktur penghimpunan dana perbankan di Sulsel. Pertumbuhan DPK secara keseluruhan menjadi salah satu indikator positif bagi kondisi intermediasi perbankan, karena menunjukkan adanya peningkatan dana masyarakat yang tersedia untuk mendukung penyaluran pembiayaan dan kredit.
“Kinerja intermediasi relatif cukup tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 117,71 persen, namun tetap didukung dengan kualitas kredit atau Noan Performing Loan (NPL) di level yang terkendali yaitu 3,70 persen,” jelas Muchlasin.
Dengan capaian tersebut, kinerja penghimpunan dana perbankan di Sulsel hingga pertengahan 2026 masih menunjukkan tren yang positif. Kondisi ini sekaligus menjadi gambaran bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap terjaga.
