REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Pasca mendapat sorotan oleh media online dan media cetak beberapa hari yang lalu, dengan judul “Diduga Pungli, Setoran Palang Truk Batu Bara Mengalir Ke Oknum Kadus Dan Penambang”, wartawan media tersebut menerima teror oleh oknum yang diduga kuat sebagai “Preman kampung” di Lamuru, Kabupaten Bone, Sulsel.
Hal ini diutarakan oleh Agung Pramono selaku korban teror saat dikonfirmasi melalui telefon seluler, Senin (26/10/2020).
Selain dalam keterangan Agung Pramono melalui telepon seluler, ia menuliskan isi ancaman tersebut diberanda akun facebook pribadi miliknya.
Panasnya Batu Bara
Pukul 21.02 Wita malam tadi. Seseorang menelfon ke saya. Mengingatkan kalau ada banyak orang mencarimu. Mereka protes karena berita yang saya tulis akhir-akhir ini. Soal Batu Bara di Lamuru.
Berulang kali orang itu mengingatkan soal tambang yang luasnya 199 ha tersebut nda usah terlalu diurusi. “Maseggeno ga (jago mo ga)?. Makencang tongekko di,” kata seseorang itu.
“Kalau orang itu ketemu sama kau. Kalau bukan masuk penjara, masuk ke liang lahat,” tambahnya ngegas.
“Oh iye. Iye. Iye. Iye. Iye. Iye,” kataku menjawab seluruh pertanyaannya.
Saya tegaskan. Saya cuman orang kecil. Keluargaku hanya guru dan perawat. Tidak ada pejabat tinggi” Tulisnya di akun facebook miliknya.
Kemudian Akun Muh. Ashar Abdullah juga menulis di akun facebooknya “Dengan tegas saya UCAPKAN bahwa Silakelima Legal & Law Office berdiri bersamamu #kamuTidakSendiri”.
“Apa yang dialami oleh salah satu wartawan di Kabupaten Bone, tentunya juga menjadi perhatian kita semua terlebih sesama profesi sebagai jurnalis,” kata Ashar Abdullah.
“Dan tentunya kami sangat berharap dari pihak aparat dari kepolisian untuk bisa mengusut kasus dugaan pengancaman yang dilakukan oleh oknum preman tersebut,” tutur Ashar yang merupakan Alumni Pasca Sarjana Ilmu Hukum Litigasi Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta ini. (Abdul Muhaimin)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
