0%
logo header
Selasa, 21 Juni 2022 23:17

Sosialisasi Perda Kepemudaan, Eric Horas Ajak Anak Muda Lebih Kreatif dan Produktif

Rizal
Editor : Rizal
Anggota DPRD Makassar, Eric Horas saat menyosialisasikan Perda Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan di Hotel Grand Asia, Makassar, Selasa (21/6/2022). (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD Makassar, Eric Horas saat menyosialisasikan Perda Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan di Hotel Grand Asia, Makassar, Selasa (21/6/2022). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Eric Horas menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 6 tahun 2019 tentang Kepemudaan. Bertempat di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Makassar, Selasa (21/6/2022).

Kegiatan ini merupakan salah satu cara dari ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Makassar itu untuk mengembangkan potensi pemuda Makassar agar bisa lebih kreatif dan produktif, serta dapat berperan aktif di lingkungan masyarakat.

Selain Eric Horas, kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya. Masing-masing Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar Andi Patiware, serta pimpinan organisasi sayap kepemudaan Provinsi Sulsel, Muh Awaluddin Mangantarang. Kegiatan ini dipandu oleh Raul Ibnu Munsir selaku moderator.

Baca Juga : Mercure Hotel Makassar Gelar Kompetisi Futsal, Siapkan Hadiah Jutaan Rupiah

Dalam sambutannya, Eric Horas menjelaskan bahwa bonus demografi yang didapatkan oleh Indonesia dimana sebagian besar penduduknya didominasi oleh anak muda seharusnya bisa ditangkap dengan mendorong pemuda agar lebih aktif terlibat dalam industri ekonomi.

“Kita harus terus menggali potensi pemuda yang ada di masyarakat. Bagaimana pemuda ini bisa bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat. Dengan bonus anak muda yang melimpah ini, diharapkan setiap keluarga mampu berkontribusi dengan membentuk anaknya menjadi pemuda yang berkualitas,” kata Eric Horas.

Menurut ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar itu, tenaga dan spirit pemuda harus disalurkan dengan benar. Tidak boleh disalurkan pada hal-hal yang tidak produktif, seperti kebiasaan tawuran yang berujung merugikan masyarakat dan diri sendiri.

Baca Juga : Resmi, Kapolri Hentikan Kegiatan Satgasus

“Hari ini kita merasa miris karena spirit dan tenaga pemuda ini banyak yang sia-sia sebab hanya digunakan untuk tawuran. Makanya kita ajak dan rangkul mereka sebab jarang mendapatkan sosialisasi dan motivasi seperti ini,” tambah Eric Horas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar Andi Patiware yang didaulat sebagai narasumber menjelaskan bahwa tujuan perda ini dibuat untuk membentuk dan menciptakan pemuda yang tangguh, kreatif dan produktif.

Hal tersebut diamini oleh narasumber lainnya, Muh Awaluddin Mangantarang. Menurutnya, lahirnya produk hukum untuk kepemudaan ini menjadi landasan utama bagi upaya pemberdayaan pemuda.

Baca Juga : RMS Ungkap Alasan Dibalik Keputusan Pilih Putri Dakka Jadi Ketua NasDem Luwu Utara

“Di era digitalisasi ini pemuda dituntut untuk mampu mengakselerasi perubahan dan tantangan serta melihat potensi yang ada dalam diri dan sekitarnya, sehingga menjadikan tantangan tersebut sebagai suatu hal yang produktif,” tegasnya.

“Kita bersyukur perda ini telah ada, menjadi payung hukum dalam pengambilan kebijakan terkait sektor kepemudaan. Sebab pemberdayaan pemuda sudah semestinya menjadi perhatian pemerintah dengan berperan menjadi regulator dan mediator bagi kemajuan pemudanya,” demikian Awal. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646