0%
logo header
Senin, 20 Februari 2023 16:09

Sudah Sasar 10 Kelurahan, Yayasan BaKTI-YLP2EM Parepare Terus Perkuat Kelompok Konstituen Terima Aduan dan Layanan Warga

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket : Penguatan Kelompok Konstitue (KK) Masagenae di Kelurahan Lumpue (Foto : Mulyadi Ma'ruf / Republiknews.co.id)
Ket : Penguatan Kelompok Konstitue (KK) Masagenae di Kelurahan Lumpue (Foto : Mulyadi Ma'ruf / Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PAREPARE — Melalui program Inklusi, Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) dan Yayasan Lembaga Pengkajian Pengembangan Ekonomi Dan Masyarakat (YLP2EM) Kota Parepare, terus melaksanakan pertemuan penguatan kelompok konstituen (KK) untuk penerimaan pengaduan dan penyediaan layanan komunitas serta advokasi kebijakan.

Kali ini, mereka melakukan pertemuan KK Masagenae di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat. Dengan Begitu, Yayasan BaKTI dan YLP2EM Kota Parepare sudah menyasara 10 kelurahan. Dari target 15 kelurahan.

Koordinator Program Inklusi Parepare, Abd. Samad Syam mengatakan, pengaduan layanan ini dimaksudkan terkait perlindungan sosial dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga : Hermanto Dapat Restu Tokoh Masyarakat Parepare untuk Maju Pilkada

“Kita terus masifkan pertemuan dengan KK ini agar mereka bisa menerima pengaduan, bisa melayani masyarakat terkait dengan perlindungan sosial dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelas Abd. Samad saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (20/02/2023).

Ia juga menjelaskan, kegiatan itu terus dilakukan agar KK lebih matang lagi dalam memfasilitasi kelompok marginal dan rentan yang ada di kelurahannya masing-masing.

“Misalkan ada masyarakat yang masuk dalam kategori itu yang seharusnya bisa dapat bantuan tetapi tidak mendapatkan hanya karena persoalan DTKS, nah disitu peran KK ini untuk memperjuangan mereka,” papar Samad.

Baca Juga : Aksi Peduli Lingkungan, Erna Rasyid Taufan dan Komunitas Pacekke Bersih-bersih Pantai Lumpue

Selain itu, KK juga dimaksudkan itu dapat memfasilitasi jika ada warga utamanya perempuan dan anak yang mengalami tindakan kekerasan. Melalui program Inklusi, mereka bisa mengkoordinasikan persoalan itu dengan ketua RT dan RW dan Lurahnya. Bahkan sampai ke Polres.

Samad juga menambahkan, khusus untuk KK Masagenae ada program tambahannya. Yakni pemberdayaan pengembangan usaha perempuan.

“Ini sangat menarik. Karena mereka akan melakukan pengembangan usaha. Hasil dari pengembangan usaha dari KK ini nantinya, mereka akan mendonasikan ke warga yang kurang mampu. meski tidak diukur dengan materi,” urainya.

Baca Juga : Taqyuddin Djabbar Bahas Strategi Pengembangan UMKM dalam Fit and Proper Test PPP

Pada pertemuan itu, sambung Samad, juga telah diagendakan kegiatan memperingati hari perempuan internasional tanggal 12 Maret mendatang.

“15 KK ini nanti semua akan diundang untuk hadir di Kelurahan Lumpue. Misalkan mereka ada produk rumahannya, akan dipamerkan nanti. Itu sebagai bukti juga jika kita terus menggalakkan yang namanya pemberdayaan perempuan. Perempuan juga bisa,” imbuhnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646