Talas Satoimo Prospek Menjanjikan untuk Petani di Sinjai

  • Bagikan
Tanaman Talas Satoimo Jepang.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Budidaya Talas Saphira atau Talas Satoimo Jepang terus dikembangkan petani di Sinjai khususnya di kecamatan Sinjai Barat. Hal ini dilakukan karena prospek pemasaran yang menjanjikan untuk diekspor ke Negara Jepang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai H. Kamaruddin, mengatakan talas merupakan komoditas pangan alternatif yang dikembangkan petani di Sinjai karena memiliki nilai dan prospek ekonomi yang cukup bagus, khususnya sebagai bahan pangan dan komoditas ekspor ke Negara Jepang.

“Talas Jepang ini sangat potensial dan dikembangkan di desa Gunung Perak dan Barania, adapun luas lahan pertanaman sekitar 20 hektar, ” jelasnya, Sabtu (09/10/2021).

Jenis pangan ini, kata Kamaruddin, mempunyai anti oksidan yang sangat tinggi dan berguna dalam mengontrol diabetes serta mengandung collagen yang baik untuk kesehatan kulit.

Jika panen, para petani pun tidak menemukan kendala sebab talas ini dikirim ke Kabupaten Bantaeng untuk diolah lagi sebelum diekspor ke negara Jepang.

“Kelompok petani kita sudah bermitra dengan perusahaan PT Sangkara Mata Agriculture di Bantaeng, sehingga ketika panen talas ini dibersihkan dan dikeringkan lalu diantar ke Kabupaten Bantaeng,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang Penyuluh Pertanian di Gunung Perak, Hudayah mengatakan bahwa kelompok Pemuda Tani Mutiara yang mengembangkan tanaman talas jepang ini menghasilkan provitas talas 10 ton per hektar dengan rata-rata per pohon mencapai 3 hingga 5 kilogram.

“Umbi talas ini biasanya berumur 6 sampai 7 bulan baru panen dan sangat cocok ditanam pada ketinggian diatas 700 meter diatas permukaan laut. Untuk kelompok Pemuda Tani Mutiara di Gunung Perak ini berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut,” kuncinya. (Anto)

  • Bagikan