0%
logo header
Rabu, 21 Oktober 2020 18:13

Tuntut Kasus Randi-Yusuf, Mahasiswa SEDARAH Tolak Kedatangan Jokowi di Sultra

Falihin
Editor : Falihin
Aliansi Mahasiswa SEDARAH dalam aksi menolak kedatangan Presiden RI, Joko Widodo di Sultra
Aliansi Mahasiswa SEDARAH dalam aksi menolak kedatangan Presiden RI, Joko Widodo di Sultra

REPUBLIKNEWS.CO.ID, Kendari – Aliansi Mahasiswa September Berdarah (SEDARAH) menolak kedatangan Presiden RI, Joko Widodo dalam agenda kunjungan kerja ke Sultra.

Melalui pernyaataan sikapnya, koordinator mahasiswa Sedarah, Rahman Paramai mengatakan Aliansi Mahasiswa Sedarah menolak dengan keras kedatangan Presiden RI Joko Widodo karna kami menggap presiden tidak memiliki komitmen yang baik untuk menyelesaikan kasus HAM di Indonesia.

“Terutama kasus tertembaknya 2 saudara kami almarhum Randi-Yusuf pada 26 september 2019 yang lalu,” tegasnya, Rabu (21/10/20)

Dirinya mempertanyakan kinerja kepolisian yang sampai saat ini sangat lambat dalam menangani atau membongkar misteri kematian mahasiswa UHO Randi-Yusuf.

“Kami percaya bahwa pihak Kepolisian sangat cepat menangani kasus kejahatan yang lain, contohmya begal. Sementara pelaku kasus randi-yusuf belum ditetapkan, ada apa?” tegasnya.

Rahman juga menganggap anggota DPR RI yang berasal dari Sultra hanya menutup mata dengan persoalan kasus Randi-Yusuf.

“Khususnya Komisi III, karena mungkin mereka anggap kejadian ini bukan dari dapil mereka (Anggota DPR RI),” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, sambung Rahman, Mahasiswa Sedarah menuntut kepada Presiden Joko Widodo untuk mendorong Polri khususnya Polda Sultra untuk mengungkap kasus kematian Randi-Yusuf.

“Kami meminta kepada Presiden Jokowidodo membentuk TGPF untuk menyelesaikan kasus kematian saudara kami almarhum Randi-Yusuf yang melibatkan banyak pihak,” pungkasnya. (Akbar Tanjung)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646