REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan terus mendorong keberadaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun pesantren yang masuk dalam binaannya melalui program REWAKO agar naik kelas.
Upaya ini pun dilakukan dengan menyelenggarakan Kick Off UMKM dan Pesantren REWAKO (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable) BI Sulsel 2026.
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, program ini merupakan upaya pengembangan secara end-to-end yang mencakup UMKM REWAKO (umum), UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, dan Pesantren REWAKO. Dimana tujuannya sebagai upaya berkelanjutan dalam mendorong penguatan sektor UMKM dan pesantren sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga : OJK: Keamanan Siber di Industri Keuangan Digital Perlu Diperkuat
“Implementasi program tidak hanya difokuskan pada pelatihan, tetapi juga mencakup proses seleksi, kurasi, pendampingan dan mentoring intensif, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan,” terangnya, dalam pertemuan, di Ballroom Kantor BI Sulsel, kemarin.
Ia menjelaskan, UMKM REWAKO telah dilaksanakan sejak 2022 dan terus mengalami pengembangan serta penguatan setiap tahunnya guna menjawab dinamika kebutuhan UMKM. Sementara di tahun ini, program tersebut diperkuat melalui beberapa inisiatif strategis.
Pertama, sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri untuk mendorong perluasan akses pasar di luar negeri. Kedua, peningkatan linkage UMKM dengan retailer modern agar UMKM dapat masuk ke rantai pasok yang lebih luas di pasar domestik. Ketiga, perluasan ke sisi syariah melalui Pesantren REWAKO dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi pesantren, memperkuat peran pesantren dalam mendukung ketahanan pangan nasional, serta memperkuat linkage dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar
Rizki menyebutkan, di tahun ini, masing-masing program UMKM REWAKO baik kategori umum, petani, dan ekspor diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Sehingga secara kumulatif jumlah UMKM binaan dan mitra BI yang dihasilkan sejak awal program ini telah mencapai 517 UMKM. Sementara itu, program Pesantren REWAKO akan diikuti oleh 30 pesantren.
“Di kegiatan ini kami juga memulai program Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang diikuti oleh 30 UMKM sebagai bagian dari akselerasi transformasi digital,” jelasnya.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung efisiensi usaha, perluasan akses pasar, serta peningkatan daya saing di era ekonomi digital.
Baca Juga : Digelar 5 Mei, Vonny Ameliani Undang Ketua DPRD Sulsel Hadiri Pelantikan Pengurus KNPI Sulsel
Ke depan, BI Sulsel akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga, dan pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong penguatan sektor UMKM dan pesantren. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM dan pesantren menjadi lebih produktif, mandiri, tangguh dan berdaya saing.
“Sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” harap Rizki.
