0%
logo header
Sabtu, 15 Agustus 2026 05:44

198 Kegiatan Edukasi Keuangan OJK Sulselbar Sasar 2.204.391 Peserta

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch. Muchlasin. (Dok. Istimewa)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch. Muchlasin. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, OJK Sulselbar bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan sebanyak 198 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 2.204.391 peserta di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui langkah-langkah preventif, khususnya dengan mendorong masyarakat menggunakan produk dan layanan dari lembaga jasa keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.

Baca Juga : Hengkang atau Bertahan, Masa Depan Appi di Golkar Kini di Persimpangan Jalan

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai program edukasi keuangan sebagai bagian dari penguatan fungsi pelindungan konsumen melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Menurutnya, edukasi keuangan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Program edukasi yang dilaksanakan OJK Sulselbar menyasar berbagai kelompok masyarakat. Di antaranya pelajar dan mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), TNI, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan, komunitas masyarakat, santri, tenaga pendidik, hingga karyawan.

Pelaksanaan edukasi dilakukan melalui berbagai metode, baik secara luring maupun melalui platform digital. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus menyesuaikan pola komunikasi dengan karakteristik masing-masing kelompok masyarakat.

Baca Juga : Program Stay & Play ala Aston Makassar, Tawarkan Paket Menginap Bonus Padel dan Kuliner

“Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan sekaligus mampu mengenali risiko sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan,” harap Muchlasin..

Dalam berbagai kegiatan tersebut, OJK Sulselbar terus mendorong masyarakat untuk memahami prinsip pengelolaan keuangan yang sehat, memilih dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.

Upaya tersebut dinilai penting di tengah semakin beragamnya produk dan layanan keuangan yang tersedia di masyarakat. Kemudahan akses terhadap layanan keuangan juga perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami manfaat, risiko, biaya, serta aspek legalitas dari produk yang digunakan.

Baca Juga : PLN Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Sulsel untuk Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sulbagsel

Melalui rangkaian edukasi yang telah dilaksanakan, OJK Sulselbar berharap tingkat literasi keuangan masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus meningkat. Masyarakat juga diharapkan semakin mampu mengambil keputusan keuangan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Selain itu, peningkatan literasi diharapkan dapat memperkuat perlindungan masyarakat dari potensi kerugian akibat penggunaan produk atau layanan keuangan yang tidak sesuai, termasuk berbagai aktivitas keuangan ilegal.

“Dengan terus memperluas edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat, kami berkomitmen membangun ekosistem sektor jasa keuangan yang semakin inklusif, sehat, dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen,” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646