REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE – Listrik adalah salah satu kebutuhan ummat manusia yang sangat penting, tak bisa dibayangkan jikalau dalam keseharian kita tidak ada listrik.
Lain halnya yang dirasakan warga Dusun Urappai dan Dusun Polewali, Desa Gaya Baru, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone. Mereka tidak pernah merasakan listrik selama Indonesia merdeka.
Salah satu warga, Muhammad Tuo yang ditemui republiknews.co.id ketika menyambangi kampung yang berada kurang lebih 7 kilometer dari Ibukota Kecamatan itu, pada Senin (02/11/2020 ), menjelaskan bahwa ada tiga kendala yang dialami warga kampung ini, yaitu Akses Jalan (dan jembatan gantung yang hampir roboh), Listrik, dan juga Air.
“Adaji pernah bantuan dari Pemerintah, yaitu Alat listrik tenaga surya tapi rusakmi, tiga tahunji berfungsi, kalau masalah air kami mengharapkan hujan saja, kalau hujanki baru agak bagus air karna ada mengalir dari puncak gunung dan itu yang kami tampung, tapi kalau kemarau kami harus turun ke sungai untuk ambil air untuk keperluan sehari-hari, kemudian kami keluar dari kampung hanya sekali dalam seminggu, kalau naik tranportasi umum (ojek) kami bayar Rp 25.000 perorang dan lain biayanya untuk barang, tapi biasanya untuk menghemat, banyak dari kami yang jalan kaki kepasar dan kira – kira memakan waktu sekitar 2 jam atau lebih untuk menempuh perjalanan,” terangnya.
Kepala Desa Gaya Baru Andi Paelori, menuturkan bahwa tahun 2021 akan teraliri listrik di dua dusun tersebut.
“Ada Lebih 200 Kepala Keluarga (KK) di dua Dusun tersebut (Dusun Urappai dan Dusun Polewali), anak-anak di sana ada sekolah kelas jauh yang kami rintis dulu, untuk jalan, kami rintis sedikit demi sedikit karena terkendala corona, jadi Anggaran itu banyak lari ke masalah Covid-19 ini, Insya Allah tahun 2021 dua Dusun tersebut akan teraliri listrik, kami sudah ajukan itu dan Alhamdulillah pihak PLN sudah melakukan survey kelokasi dan kemungkinan besar aliran listriknya akan tembus sampai ke Dusun Labole Desa Pallawa Kecamatan Tellu Limpoe, doakan saja ndi’ semoga cepat terealisasi,” elasnya. (Abdul Muhaimin)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
