Adnan Ajak Mahasiswa KKN Unhas Sosialisasikan Manfaat Donor Darah ke Masyarakat

  • Bagikan
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Ditengah pandemi Covid-19, permintaan kebutuhan darah pada tiap daerah juga semakin besar. Sementara kebutuhan stok darah di sejumlah bank-bank darah belum mampu mengcover permintaan tersebut.

Dengan kondisi tersebut, Bupati Gowa yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan Adnan Purichta Ichsan meminta agar seluruh pihak. Termasuk kepada mahasiswa yang melakukan pengabdian melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat berperan dalam mengajak masyarakat untuk berani donor darah.

“Saya telah menginstruksikan para pengurus PMI di kabupaten dan kota untuk mendukung dan memfasilitasi kegiatan donor darah yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unhas,” katanya saat memberikan sambutan pada pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 106 Universitas Hasanuddin Unhas secara virtual, Rabu (23/06/2021).

Adnan juga meminta agar seluruh mahasiswa KKN Unhas ini dapat menjadi agen perubahan dan membantu pemerintah setempat mencari solusi kreatif dalam upaya membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini.

“Selain meningkatkan perekonomian di masyarakat, mahasiswa KKN Unhas diharapkan mampu melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di tempat mereka melakukan KKN dengan menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Sementara, Kepala Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Unhas Muhammad Kurnia menyebutkan, KKN Gelombang 106 Unhas tahun ini diikuti 4.750 mahasiswa yang didampingi oleh 145 dosen. Mereka akan ditempatkan di tiga wilayah yakni Provinsi Sulsel, Kota Makassar dan 22 provinsi luar Sulsel.

Terkait program kerja, Kurnia menuturkan KKN Unhas ditengah pandemi menghadirkan beberapa program kerja yang merupakan kolaborasi bersama dengan pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini sebagai upaya strategis Unhas mendukung berbagai kebijakan pemerintah.

“Penyelenggaraan KKN di tengah pandemi kami modifikasi agar prosesnya tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, pelaksanaannya berbasis daring dan mandiri sesuai domisili mahasiswa,” jelas Kurnia. (Rhany)

  • Bagikan