REPUBLIKNEWS.CO.ID, TAKALAR – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Aliyah Mustika Ilham menemui ratusan warga Desa Bentang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Senin (06/11/17).
Hal tersebut dilakukan Aliyah guna mensosialisasikan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Dalam sosialisasi yang dihadiri sebagian besar kaum perempuan tersebut, Aliyah menganjurkan untuk tidak menikah di usia muda.
Baca Juga : Buka Turnamen Walikota Cup 2026, Munafri Tekankan Pembinaan Atlet Sepak Bola Berkelanjutan
Perkawinan di usia terlalu muda berkaitan dengan kehamilan beresiko, sehingga turut menyumbang tingginya angka kematian ibu.
“Urusan KB bukan cuma soal kontrasepsi tapi termasuk juga bagaimana merencanakan pernikahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain mensosialisasikan program pusat, isteri Walikota Makassar periode 2004-2014 ini juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk bersilaturahmi dan menyerap aspirasi warga.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Tinjau Pengelolaan Sampah Modern di Bali, Perkuat Komitmen Makassar Jadi Kota Bersih
Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Sulsel, Amirullah Hamzah, sebagai pemateri mengatakan, batasan usia yang dianjurkan untuk menikah adalah minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun untuk pria.
Umur ideal yang matang secara biologis dan psikologis adalah 20-25 tahun bagi perempuan. Usia tersebut dianggap masa yang paling baik untuk berumah tangga karena sudah matang dan bisa berfikir dewasa secara rata-rata.
“Hamil di usia terlalu muda berisiko infeksi kehamilan pertama. Jadi kalau usianya di bawah dua puluh tahun, tunda dululah untuk hamil, sebaiknya gunakan alat kontrasepsi,” ujarnya.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Bidang KB Kesehatan dan kesejahteraan Kab. Takalar, Ni’ma Kasim, Sekretaris Camat Galesong Selatan, Heri Amin, Kepala Desa Bentang, Abdul Karim Dg. Mangung, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda.
Diketahui, Aliyah duduk di komisi IX membidangi kesehatan dan tenaga kerja. Ia dikenal sebagai legislator yang aktif turun ke tengah masyarakat.
