Bupati Gowa Copot Oknum Satpol PP Pelaku Kekerasan Pasutri di Panciro

  • Bagikan
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan resmi mencopot pelaku pemukulan ke pasangan suami-istri (Pasutri) saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Desa Panciro, Desa Bajeng, beberapa waktu lalu. Diketahui oknum pelaku pemukulan tersebut bernama Mardani Hamdan dan menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kabupaten Gowa.

Adnan mengatakan, keputusan itu setelah pihaknya melihat pemeriksaan marathon di Inspektorat Kabupaten Gowa, dimana Mardani Hamdan yang menjabat sebagai Sekretaris Kasatpol PP telah melanggar kedisiplinan sebagai Aparatur Sipil Negara.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, Mardani telah melanggar kedisiplinan ASN. Atas dasar itu yang bersangkutan saya copot dari jabatannya,” katanya, Sabtu (17/07/2021).

Dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kabupaten Gowa, Mardani Hamdan, dinyatakan telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai ASN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

“Selanjutnya yang bersangkutan akan kami minta untuk fokus menjalani fokus proses hukumnya di Polres Gowa,” tegasnya.

Adnan menjelaskan, keputusan ini baru diambil lantaran pihaknya sebagai warga negara yang berada di negara hukum. Harus sesuai menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk melakukan pembelaan diri.

“Beberapa hari ini ada yang tanya kenapa saya tidak langsung mencopot yang bersangkutan. Itu karena kita negara hukum yang menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” jelasnya.

Sebelumnya, Mardani Hamdan sebagai anggota Satpol PP Gowa melakukan pemukulan terhadap pasangan suami-istri saat operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Akibat perbuatannya, Mardani Hamdan diancam dengan pasal 351 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHPidana) dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara. (Rhy)

  • Bagikan