0%
logo header
Minggu, 29 Mei 2022 13:46

Cerita Korban KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam di Selat Makassar: Triplek dan Jerigen Selamatkan 10 Penumpang

Irwan (32) tahun, salah satu korban yang selamat dalam tragedi tenggelamnya KM Ladang Pertiwi di Perairan Selat Makassar, Wilayah Kepulauan Pangkep, kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Ia menceritakan kronologis penyebab kapal tenggelam. (Istimewa)
Irwan (32) tahun, salah satu korban yang selamat dalam tragedi tenggelamnya KM Ladang Pertiwi di Perairan Selat Makassar, Wilayah Kepulauan Pangkep, kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Ia menceritakan kronologis penyebab kapal tenggelam. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, TAKALAR — Irwan (32) tahun, satu dari 17 penumpang Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang selamat setelah tenggelam.

KM Ladang Pertiwi memuat sekitar 50 orang penumpang saat berangkat dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Desa Pammas, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada hari Rabu 25 Mei 2022.

Irwan menceritakan, mulai Kapal bertolak dari Pelabuhan Paotere Makassar, namun tepat Jam 11 siang, kapal tersebut dihantam ombak setinggi 2 hingga 3 meter yang menyebabkan mesin tiba-tiba mati.

Baca Juga : KML Santri Darussalam Hanyut di Perairan Appatanah Selayar, 50 Penumpang Selamat Dievakuasi

ABK Kapal berusaha memperbaiki mesin yang mati, namun tak kunjung baik kwmbali sementara kondisi Kapal terus menerus dihantam ombak besar

“Saya berusaha membantu ABK untuk memperbaiki mesin tapi sayangnya tidak bisa bunyi meskipun sudah berupaya memperbaikinya, justru ombak yang menghantam sampai kapal oleng,” kata Irwan.

Saat kapal mulai tenggelam, semua penumpang lari keluar.

Baca Juga : Warga Pulau Kayuadi Selayar Geger Penemuan Mayat di Tepi Pantai

“Ibu dan adik saya, saya suruh loncat dari atas kapal, sembari memberikan jirigen kepada keduanya, sembari saya menolong penumpang lainnya untuk diberikan gabus sebagai pelampung,” terangnya.

Setelah memperkirakan jarak antara dirinya dengan sang ibu serta adinya, Irwan pun kemudian melompat, lantaran takut tidak bisa menjangkau pelampung yang digunakan adik dan ibunya itu.

“Saat saya lihat jarak saya mulai jauh dari ibu dan adik saya, saya keburu melompat, karena takutnya saya terpisah dari mereka, karena ombak setinggi 3 meter itu, bisa membuat kita semakin jauh dan terpisah,” ungkapnya.

Baca Juga : Kapal Nelayan Asal Jakarta Tenggelam di Perairan Selayar, 11 ABK Ditemukan Selamat, 2 Meninggal dan 22 Dalam Pencarian

Saat ditanya terkait jumlah penumpang yang berada di atas KM Ladang Pertiwi, Irwan justru tidak mengetahui jumlahnya.

ia berdalih, saat pertama kali naik Kapal tersebut, ia lansung menuju lambung kapal untuk beristirahat sembari menunggu kapal berangkat.

Lanjutnya, karena Triplek yang dibawahnya diikat jerigen, ia bersama adik dan ibunya serta penumpang lainnya yang berjumlah 7 orang berhasil selamat.

Baca Juga : Kapal Tenggelam, 1 ABK Ditemukan Warga Terdampar, 4 Dinyatakan Hilang

Sementara 4 orang penumpang yang menggunakan 1 jerigen 2 orang ia panggil untuk bergabung di Triplek yang dijadikan pelampung itu.

Irwan mengatakan mwreka diselamatkan oleh Kapal Tugboat asal Banjarmasin Kalimantan Selatan yang hendak menuju Morowali.

Lanjut Irwan, jika diantara penumpang yang berada di atas Kapal Ladang Pertiwi, masih ada orang satu kampungnya yang dikabarkan belum ditemukan.

Baca Juga : Kapal Tenggelam, 1 ABK Ditemukan Warga Terdampar, 4 Dinyatakan Hilang

“Yang selamat baru 17 orang, sementara penumpang lainnya belum kami terima kabarnya, kami berharap agar semuanya ditemukan selamat,” harap Irwan.

Ia juga mengakui, jika ia tidak bisa menyelamatkan semua penumpang saat itu, mengingat kemampuannya terbatas dan mulai kelelahan akibat berenang ditengah besarnya hantaman ombak saat itu.

10 Penumpang yang dirawat di Puskesmas Sanrobone, Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, kini di jemput oleh Wakil bupati Pangkep untuk kemudian dibawa ke Kabupaten Pangkep menggunakan Bus didampingi Tim BPBD dan Tim Dinas Kesehatan untuk segera dibarikan perawatan, mengingat korban mengalami luka pada tubuh dan trauma atas tragedi tersebut.

Baca Juga : Kapal Tenggelam, 1 ABK Ditemukan Warga Terdampar, 4 Dinyatakan Hilang

Dari ke 10 korban yang diselamatkan Kapal Tugboat Mex 05 dan Cipta 2002 itu, 4 diantara wanita, dan 6 orang pria termasuk seorang anak dibawah umur.

Sementara itu, kepala Basarnas Sulawesi Selatan melalui video yang diunggah di berbagai media sosial menyampaikan jika KM Ladang Pertiwi hari Sabtu 28 Mei 2022, pihaknya sementara mencari 25 penumpang dari total 43 orang yang diduga berada di atas Kapal Ladang Pertiwi. (*)

Penulis : Wawan Setiawan (Warga Kabupaten Takalar)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646