0%
logo header
Jumat, 01 Desember 2023 16:13

Darmawan Prasodjo Hadiri COP28 Dubai, Paparkan Inovasi dan Ajak Kolaborasi Capai NZE 2060

Chaerani
Editor : Chaerani
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menjadi pembicara di sesi CEO Climate Talks di Indonesia Pavilion yang merupakan rangkaian UNFCCC COP28, di Dubai Umirat Arab, kemarin. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menjadi pembicara di sesi CEO Climate Talks di Indonesia Pavilion yang merupakan rangkaian UNFCCC COP28, di Dubai Umirat Arab, kemarin. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, DUBAI — Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo hadir dalam United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Conference of the Parties Ke-28 (COP28).

Kegiatan yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab dimulai sejak 30 November hingga 12 Desember 2023.

Dalam kehadirannya, Darmawan menyatakan komitmen PT PLN (Persero) dalam upaya transisi energi kepada. Dimana pada konferensi tingkat global ini, PLN memaparkan skemabAccelerating Renewable Energy Development (ARED) sebagai langkah agresif perseroan mendukung Pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emissions (NZE) di 2060 mendatang.

Baca Juga : Pertemuan Tertutup Andi Sudirman Sulaiman dan Taufan Pawe, Pengamat Sebut Bahas Paket Pilgub Sulsel

Ia mengatakan, perubahan iklim adalah persoalan global, karena 1 ton emisi CO2 di Dubai akan menimbulkan dampak kerusakan yang sama dengan 1 ton emisi CO2 di Jakarta.

“Sehingga, satu-satunya cara untuk terus maju adalah melalui kolaborasi,” katanya saat menjadi pembicara di sesi CEO Climate Talks di Indonesia Pavilion yang merupakan rangkaian UNFCCC COP28, kemarin.

Darmawan menegaskan, transisi energi sangat penting dilakukan Indonesia untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang pesat saat ini. Tujuannya, adalah untuk menyediakan energi yang ramah lingkungan dan terjangkau.

Baca Juga : Indah Putri Indriani Dukung Airlangga Hartarto Kembali Nakhodai Golkar

“Transisi energi melalui percepatan pengembangan energi terbarukan juga merupakan peluang bagi kita untuk membangun kapasitas nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan pada saat yang sama juga menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Darmawan.

Dirinya mengatakan, PLN telah merancang skema ARED untuk meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 480 gigawatt (GW) pada 2060. Bahkan dalam rencana penambahan kapasitas pembangkit PLN sampai 2040, sebanyak 75 persen akan berbasis EBT dan 25 persen berbasis pada gas.

“ARED akan menjadi agregator utama PLN dalam melakukan inovasi teknologi ramah lingkungan. Inovasi ini dijalankan dari hulu hingga hilir, contohnya pembangunan Upper Cisokan pumped storage yang berkapasitas 1,040 MW dan PLTS Terapung Cirata yang berkapasitas 192 MWp di sektor pembangkitan,” jelasnya.

Baca Juga : NasDem, Gerindra dan Demokrat Jajaki Potensi Koalisi di Pilkada Serentak di Sulsel

Dari sisi transmisi, PLN merencanakan pembangunan green enabling trasnmission line yang didukung dengan smart grid. Selain itu, green enabling transmission line sangat krusial perannya untuk menyalurkan listrik dari lokasi sumber EBT yang terpisah dan terisolir ke pusat beban di kota-kota besar.

Ia pun optimis upaya tersebut adalah jalan keluar untuk mengatasi mismatch beban antar pulau yang mencapai 33 GW.

“Mengapa kita perlu mengembangkan infrastruktur ini? Karena hal ini penting untuk menjaga keseimbangan dalam sistem PLN begitu listrik EBT yang memiliki karakter intermittent masuk. Hal ini sekaligus memungkinkan kami meningkatkan kapasitas sistem dalam menampung listrik EBT dari tenaga angin dan surya hingga 28 GW,” tambahnya.

Baca Juga : NasDem Sulsel Tegaskan Yusran Lalogau Calon Tunggal di Pilkada Pangkep 2024

Sedangkan dari sisi distribusi PLN tengah menjalin kolaborasi untuk membangun pabrik solar PV, pasar karbon hingga pembangunan infrastruktur kendaraan listrik.

Kemudian, untuk transisi energi di sektor transportasi, PLN telah menjalin kolaborasi dengan 23 partner_industri otomotif. Targetnya, PLN bisa membangun 1.000 charging station, dan 1.900 pusat penukaran baterai secepatnya, sehingga mendorong pengurangan emisi dari sektor transportasi secara signifikan.

“Event seperti COP 28 ini memberi kita rasa bangga, meyakinkan kita bahwa komunitas global yang sebelumnya terfragmentasi telah bersatu. Di samping itu juga membuat kita percaya, apa pun tantangan yang ada di depan, kita mampu terus bergerak maju untuk memerangi perubahan iklim,” terang Darmawan.

Baca Juga : NasDem Sulsel Tegaskan Yusran Lalogau Calon Tunggal di Pilkada Pangkep 2024

Sementara, President Designate for COP28 Sultan Ahmed Al Jaber menyampaikan, salah satu tantangan mitigasi perubahan iklim saat ini adalah implementasi nyata dari perjanjian dan komitmen berbagai negara terkait transisi energi. Untuk itu, pada perhelatan COP28 kali ini pihaknya akan menekankan realisasi komitmen tersebut.

“Kita menyadari semua persoalan krusial dalam mitigasi iklim saat ini adalah kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang. Pada COP28 kali ini kami mendorong implementasi yang jelas terhadap semua roadmap yang telah disepakati sejak Paris Agreement 2014 silam,” katanya.

Ahmed Al Jaber menambahkan, harus diakui bahwa banyak negara berkembang memiliki tantangan infrastruktur dan pendanaan untuk bisa menyamakan langkah dengan negara maju dalam transisi energi. Sehingga, komunitas global perlu membuat suatu kebijakan untuk mendorong transisi energi yang adil dan dapat diakses seluruh golongan.

Baca Juga : NasDem Sulsel Tegaskan Yusran Lalogau Calon Tunggal di Pilkada Pangkep 2024

“Kebijakan tersebut memerlukan regulasi, peningkatan kapasitas dan peluang. Jadi mereka semua bertemu satu sama lain. Sudah cukup banyak kekosongan dan saling tuding atas tanggung jawab ini,” kata Ahmed.

Di tempat yang sama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Siti Nurbaya mengungkapkan, keikutsertaan Indonesia dalam COP28 adalah untuk menegaskan komitmen Indonesia dalam aksi perubahan iklim. Hingga 2022 tercatat Indonesia telah mampu mereduksi emisi di sektor energi sebesar 716 juta ton CO2.

Dalam hal ini, Indonesia telah melakukan berbagai aksi reduksi emisi sehingga mampu mencatatkan pengurangan emisi hingga mencapai 60 persen.

Baca Juga : NasDem Sulsel Tegaskan Yusran Lalogau Calon Tunggal di Pilkada Pangkep 2024

“Sekali lagi, saya tekankan bahwa pada COP28 prioritas kami adalah untuk menyoroti hasil-hasil utama dari aksi iklim Indonesia. Terutama untuk memastikan target reduksi emisi di 2030, sehingga kami dapat mempertahankan kendali dan memainkan peran penting dalam mencapai NZE pada tahun 2060 atau lebih cepat,” jelas Siti.

Kemudian, Executive Secretary of the UNFCCC Simon Stiell mengatakan, pihaknya memastikan COP28 akan mengedepankan akses keadilan bagi seluruh umat manusia.

Menurutnya, agenda transisi energi mesti mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi masing masing negara di dunia.

Baca Juga : NasDem Sulsel Tegaskan Yusran Lalogau Calon Tunggal di Pilkada Pangkep 2024

“Sebanyak 3,6 miliar orang rentan di seluruh dunia bergantung pada aksi iklim kita. Hal ini sekaligus membuka peluang dalam ekonomi hijau untuk menciptakan lapangan kerja baru, menjaga sekuritas energi, dan tentu saja memasok energi yang adil dan ramah terhadap lingkungan,” tutup Simon.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646