0%
logo header
Selasa, 08 Desember 2020 10:48

Diprotes Segelintir Mahasiswa, Fajar: Realisasi Beasiswa Cerdas Samatau Tidak Melanggar Aturan

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Fajar. Foto: istimewa
Fajar. Foto: istimewa

REPUBLIKNEWS.CO.ID, Kendari – Beasiswa Cerdas Samatau dari Pemerintah Daerah Buton Tengah (Buteng) yang baru saja direalisasikan mendapat protes dari segelintir mahasiswa.

Merespon hal tersebut, Fajar yang merupakan salah seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Halu Oleo (UHO) asal Buteng angkat bicara.

Menurutnya, protes terhadap suatu kebijakan pemerintah yang disampaikan oleh segelintir mahasiswa tersebut wajar-wajar saja, tetapi mesti dikaji dengan dalam apa yang diprotes.

“Mereka menganggap Pak Kadis Pendidikan Buteng telah melanggar Perbup No 44/2019 tentang Beasiswa Cerdas Samatau. Katanya soal syarat akreditasi perguruan tinggi, minimal B. Dimana ditemukan ada beberapa mahasiswa yang lolos, tapi dari kampus yang akreditasinya C. Sepertinya teman-teman yang protes ini lupa, kalau perguruan tinggi atau kampus itu di dalamnya ada tingkat universitas, tingkat fakultas, tingkat jurusan atau program studi,” ungkapnya dalam keterangan persnya, Selasa (08/12/2020).

“Jelas, kalau akreditasi di tingkat jurusan atau fakultasnya B, tetapi di tingkat universitasnya C, maka mahasiswa itu memenuhi syarat. Fakultas dan jurusan itu kan bagian dari perguruan tinggi juga. Begitu juga sebaliknnya. Jadi, ketika Dinas Pendidikan meloloskan mahasiswa dari kampus seperti itu, tidak ada yang melanggar aturan. Tidak ada yang melanggar Perbubnya,” jelas Fajar.

Lanjut Fajar, program ini memang mesti terus ditingkatkan dan disempurnahkan.

“Semestinya, lebih baik teman-teman memberi saran supaya program ini dilanjutkan dan terus ditingkatkan setiap tahunnya, khususnya dari jumlah anggaran. Termasuk memberi masukan soal regulasi dari program Beasiswa Cerdas Samatau ini agar kedepan bisa disempurnahkan. Biar tahun depan teman-teman mahasiswa yang memprotes ini bisa mengusulkan diri. Bukan malah tiba-tiba langsung minta copot, yang begini cara berpikir instant,” harapnya.

Di akhir keterangan persnya ia mengucapkan terima kasih kepada Pemda Buteng yang telah menghadirkan program Beasiswa Cerdas Samatau.

“Terima kasih kepada Bupati Buteng, Dinas Pendidikan Buteng yang telah mengadakan program ini. Semoga terus dilanjutkan tiap tahunnya, dan ditingkatkan serta disempurnahkan. Ini sangat membantu dan menyentuh langsung mahasiswa, baik yang berprestasi maupun yang kurang mampu asal Buteng dimanapun berada,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646