0%
logo header
Kamis, 16 November 2023 15:31

Direktur Kecewa, Proyek Pemeliharaan Gedung RSUD Larantuka Dihentikan saat Musim Hujan

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Inilah kondisi pengerjaan proyek RSUD Larantuka yang belum rampung. (Foto: republiknews.co.id)
Inilah kondisi pengerjaan proyek RSUD Larantuka yang belum rampung. (Foto: republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, FLORES TIMUR — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Hendrikus Fernandez Larantuka, Dokter Paul Lameng kecewa, karena Proyek peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit dalam rangka pemeliharaan gedung rumah sakit di RSUD Larantuka, Kabupaten Flores Timur- NTT yang dikerjakan oleh CV. Kasih Ibu terhenti saat musim hujan tiba.

Direktur juga meminta agar rekanan proyek untuk bertanggung jawab dan dapat melanjutkan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp.848.848.000,- (Delapan Ratus Empat Puluh Delapan Juta Delapan Ratus Empat Puluh Delapan Ribu Rupiah) itu.

Akibat dari tidak dilanjutkan proyek tersebut mengakibatkan beberapa ruangan, seperti ruangan radiologi dan farmasi di RSUD Larantuka kemasukan air hujan hujan.

Baca Juga : Ombudsman NTT Soroti Kinerja Aggota Polres Flotim dalam Kasus Tindak Pidana Pengerusakan

Direktur RSUD Larantuka Dokter Paul Lameng, kepada awak media di ruang kerjanya,  mengakui jika saat ini pelayanan rekam medik pada RSUD Larantuka dihentikan sementara.

“Untuk sarena pelayanan di rekam medik kami hentikan, rembesan air hujan memasuki seluruh ruangan. Atap belum selesai dikerjakan secara sempurna oleh rekanan,” kata Paul.

Paul Lameng menambahkan, dirinya sudah memerintahkan petugas RSUD untuk mematikan aliran arus listrik ke bagian Radiologi, karena dikhawatirkan terjadi sesuatu pada instalasi lirik akibat hujan deras.

Baca Juga : Terduga Pelaku Pembakaran Motor Dilepas, Keluarga Sesalkan Kinerja Anggota Polres Flotim

“Ini berhubungan dengan listrik. Kalau mau hidupkan pasti kami akan meminta bagian teknis untuk melihat alat kesehatan rekam medik tersebut,” urainya dengan nada kecewa.

Paul Lameng pun mengungkapkan kekecewaannya kepada Rekanan Proyek pada saat pengerjaan. Paul menambahkan, seharusnya pembongkaran atap dilakukan secara bertahap, bukan dibongkar secara menyeluruh dengan tidak mempertimbangkan situasi dan kondisi cuaca saat ini.

“Kami kecewa, kenapa atap dibongkar tidak bertahap. Dari awal saya sudah sampaikan kepada Rekanan, bahwa musim hujan sudah tiba, kerja yang profesional agar alat-alat kesehatan yang lain jangan sampai rusak akibat hujan lebat,” tegas Lameng.

Baca Juga : Ditengah Erupsi Gunung Lewotobi, WNA Asal Swedia Malah Camping di Daerah Rawan Aliran Erupsi

PPK pun kata Paul Lameng sudah dimintai agar memanggil Rekanan CV. Kasih Ibu untuk menuntaskan pengerjaan tersebut.

“Saya sudah sampaikan dalam pertemuan kami, segera memanggil Rekanan CV. kasih Ibu untuk menuntaskan pekerjaan mereka. Saat ini utusan tenaga kerja mereka sedang menemui kontraktor ke Lembata, mereka janji besok Kamis untuk segera datang dan  selesaikan. Kita menunggu besok bagaimana respon Rekanan tersebut,” tutup Direktur RSUD Larantuka.

Upah Tukang Belum Dibayar

Baca Juga : Hindari Jalur Lahar Dingin, Tim Sar Evakuasi 528 Warga Nurabelen

Proyek peningkatan Sarana dan prasarana Rumah Sakit dalam rangka pemeliharaan gedung rumah sakit di RSUD Larantuka yang dikerjakan oleh CV. Kasih Ibu saat ini terhenti, akibat dari belum dibayarnya upah para tukang.

Buntut dari tidak dibayarnya upah para tukang, membuat sebagian tukang memilih untuk tidak bekerja lagi.

Para tukang yang enggan namanya sebut itu pun kecewa lantaran upah mereka sampai saat ini tidak dibayar.

Baca Juga : Hindari Jalur Lahar Dingin, Tim Sar Evakuasi 528 Warga Nurabelen

Media ini pun berupaya untuk mengkonfirmasi rekanan proyek, terkait permasalahan pada pekerjaan proyek itu, pada Minggu 12 November lalu, namun pihak CV. Kasih Ibu enggan merepson.

Media ini pun berupaya untuk mengkonfirmasi total dan biaya serta prosentase proyek tersebut kepada Us Wangge PPK pada proyek itu, namun lagi- lagi PPK juga enggan berkomentar terkait persoalan tersebut. (*)

Penulis : Tarwan Stanislaus
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646