“Masalah yang sering muncul adalah tidak tepat sasaran, gagal salur yang sumber utamanya adalah data yang tidak sinkron,” tambah pria yang menjadi wakil dari Dapil Jateng X ini.
Nurhuda berharap agar sinkronisasi data dilakukan terus-menerus dengan melibatkan struktur pemerintah yang paling bawah seperti Kepala Desa, RT/RW agar progam PKH bisa tepat sasaran. Sinkronisasi juga perlu dipertemukan langsung antara Kementerian Sosial, Himbara, PT Pos dan Pemda.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Himbara yang hadir menyampaikan bahwa jumlah 8% masih dalam proses dan akan direalisasikan bulan ini.
Baca Juga : Bupati Gowa Nilai Sensus Ekonomi Bantu Pemerintah Susun Kebijakan yang Akurat
“Kami segera realisasikan penyaluran bantuan PKH, akhir bulan September 8 persen sudah tersalurkan sehingga bulan ini penyaluran PKH bisa mencapai 100%,” kata seorang anggota Himbara.
Untuk diketahui, kunjungan kerja ini diterima langsung oleh Bupati Batang di Pendopo Kabupaten. Turut hadiri pula Dirjen Pemberdayaan Fakir Miskin dan Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Bank Himbara dan stekeholder terkait. (Aziz)
