REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Sejumlah rombongan DPRD Kabupaten Gowa melakukan kajian terkait pengelolaan sektor pariwisata hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Yogyakarta. Pelaksanaan kunjungan kerja tersebut berlangsung selama empat hari atau sejak 23 hingga 26 Februari 2026.
Dalam rombongan tersebut terdiri dari terdiri dari dua komisi, masing-masing Komisi II DPRD Kabupaten Gowa terdiri dari Kasim Sila, Dian Purnamasari, Eka Afriani, Ayu Nurdani, Ajim Sulfikar, Faizal Nyengka, Sutihati Dahlan, St Haniah Hafid, Rosita, Nurjannah, dan Abd Kadir Tulo. Dimana rombongan melakukan kunjungan ke DPRD Bantul, DPRD dan DPRD DI Yogyakarta.
Tujuan kunjungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan wawasan dan kapasitas pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.
Baca Juga : Plataran Indonesia Gandeng OudPro Gelar Road and Trail Run Lintas Destinasi
Kemudian, Komisi IV diikuti Nur As’ad Hijaz, Wardah Hamdat, Hasmolla, Arfandi Parani, Mappasomba Amir Daeng Sila dan beberapa anggota lainnya dengan lokasi kunjungan DPRD Kota Yogyakarta dan ke DPRD Kabupaten Sleman dengan melakukan kajian terkait peran DPRD dalam pengawasan, pengelolaan retribusi pariwisata dan pajak pariwisata untuk optimalisasi pendapatan daerah.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Hasrul Abdul Rajab (HAR) mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan sebagai bahan pembelajaran dalam hal pengawasan dan pengelolaan retribusi pariwisata untuk meningkatkan PAD di sektor tersebut.
“Kami melihat bahwa kota ini (Yogyakarta) merupakan kota destinasi wisata yang memiliki program pengawasan yang baik dalam pengelolaan retribusi. Ini lah yang nantinya coba kita bawa untuk diterapkan di Kabupaten Gowa,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Baca Juga : Jelang Musim Mudik, Banggar DPRD Sulsel Pantau Progres Pengerjaan Ruas Jalan di Gowa dan Takalar
Apalagi, Kabupaten Gowa memiliki potensi yang cukup besar untuk menyumbang angka maksimal bagi PAD-nya. Sehingga, kunjungan tersebut diharapkan akan berdampak pada peningkatan PAD. Apalagi, DPRD dalam fungsi pengawasannya, menginginkan yang terbaik bagi daerahnya.

HAR menilai, di sektor potensi pariwisata, Kabupaten Gowa membutuhkan sistem pengelolaan yang baik untuk mendapatkan hasil maksimal. Adapun beberapa referensi dari hasil kunjungan, di antaranya, peningkatan PAD melalui retribusi, dengan optimalisasi pungutan di tempat wisata, parkir, dan penginapan, serta melalui inovasi digitalisasi.
“Hal ini bisa dilakukan di Kabupaten Gowa. Dan untuk ini, kita bisa melakukan upaya perbaikan tata kelola, rotasi petugas pemungut retribusi untuk mencegah kebocoran, dan peningkatan kualitas infrastruktur guna meningkatkan lama kunjungan wisatawan. Termasuk juga mengupayakan pengembangan desa wisata,” terang HAR.
Baca Juga : OJK Tegaskan Debitur Pelaku Kejahatan Perbankan Bisa Dipidana
Selain itu, legislator dari partai Gerindra ini juga menegaskan bahwa terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mendorong peningkatan PAD. Salah satunya pengelolaan parkir yang belum maksimal, dan pungutan retribusi tempat wisata yang tidak terakomodir.
Sehingga menurutnya lagi, Kabupaten Gowa harus bergerak untuk merealisasikan potensi tersebut. Termasuk, untuk menggaungkan potensi wisata Gowa yang kini menjadi destinasi kunjungan wisata yang ada di Sulawesi Selatan.
Sebab, banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah terkait promosi pariwisata agar dapat lebih dikenal luas oleh wisatawan. Mulai dari dengan memanfaatkan media sosial,membuat event-event tahunan, membangun kemitraan dengan pengusaha travel, maskapai, dan lainnya.
Baca Juga : PLN UPP Sulsel Berbagi Santunan bagi Anak Panti di Momen Ramadan
“Termasuk juga memperhatikan infrastruktur. Ini yang sangat penting, bagaimana wisatawan akan berkunjung kalau jalan yang dilalui tidak mulus seperti berlubang. Ini bentuk kenyamanan yang harus diciptakan ke semua pengunjung wisatawan,” tutupnya.
Sementara, Wakil Ketua III DPRD Gowa Tyna Haji Tino mengungkapkan, kajian pengembangan UMKM dilakukan untuk mendorong agar pengembangan UMKM berbasis lokal dapat menjadi fokus pemerintah daerah dalam peningkatan ekonomi rakyat melalui sektor usaha tersebut.
“Kami melakukan studi ke sejumlah pemerintah kabupaten di Jogja tidak lain sebagai perpanjangan tangan dari Pemkab Gowa. Kita ingin optimalisasi sektor UMKM berbasis lokal menjadi komitmen besar dan nyata sehingga Gowa bisa tumbuh dan lebih maju lagi melalui penguatan ini. Jika Gowa melakukan optimalisasi maka masyarakatnya akan menikmati pembangunan dengan maksimal, ” kata Tyna Haji Tino.
