0%
logo header
Minggu, 23 Januari 2022 14:57

Film Layar Lebar Segera Digarap di Bulukumba, Bupati Bulukumba Dapat Peran Jadi Ini

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Foto bersama Bupati Bulukumba bersama Budi Acce dan kru, Jumat (21/1/2022).
Foto bersama Bupati Bulukumba bersama Budi Acce dan kru, Jumat (21/1/2022).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Sebuah film romansa remaja berlatar budaya lokal akan diproduksi di Kabupaten Bulukumba. Film ini akan ditayangkan di platform OTT Maxstream serta bioskop di Indonesia.

Film ini untuk sementara berjudul Once Upon A Time In Pinisi, menghadirkan aktor utama Jourdy Pranata yang berperan sebagai Marcello dan Adinda Thomas berperan sebagai Shelly.

Film yang disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja ini juga menghadirkan aktor pendukung Mathias Muchus yang berperan sebagai ayah Shelly, serta beberapa aktor pendukung lainnya seperti Fitriah Lampasio, Luna Shabrina dan GunturTriyoga.

Baca Juga : Bukan Sebagai Bupati, Ini Sinopsis dan Peran Andi Utta di Film Layar Lebar Maxstream

Setiabudi Andi Cella Nurdin sebagai produser bersama beberapa rekannya bertemu langsung Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf untuk menjelaskan rencana pembuatan film yang mengangkat budaya lokal Bulukumba, terutama Pinisi dan budaya Tanatoa Kajang.

Di film ini, kata Buddy Ace sapaan akrab Setiabudi akan mengeksplore spot-spot wisata di Kabupaten Bulukumba, khususnya di Tanjung Bira dan tempat pembuatan perahu Pinisi.

“Alhamdulillah, orang nomor satu di Bulukumba sudah kasi izin, sudah kita Mappatabe. Insya Allah seluruh dunia mengamini karena Pinisi milik dunia,” kata Buddy Ace penuh semangat saat menemui Bupati Muchtar Ali Yusuf di sebuah warkop di kota Bulukumba, Jumat yang lalu.

Baca Juga : Bukan Sebagai Bupati, Ini Sinopsis dan Peran Andi Utta di Film Layar Lebar Maxstream

Dikatakan bulan depan, pihaknya lanjut Buddy akan kembali ke Bulukumba untuk mempersiapkan produksi. “Terkait rencana produksinya kita dikasi target sama Maxtream anak perusahaan Telkom agar September paling cepat kita sudah harus tayang di bioskop,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Buddy menjelaskan bahwa casting film ini sebagian besar atau 50 persen dari anak-anak Bulukumba, 30 persen anak-anak Makassar dan 20 persen dari Jakarta.

“Paling banyak Bulukumba, termasuk di 50 persen itu ada pak Bupati Bulukumba,” terang Buddy.

Baca Juga : Bukan Sebagai Bupati, Ini Sinopsis dan Peran Andi Utta di Film Layar Lebar Maxstream

Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi dan sangat mendukung rencana pembuatan film yang dibuat di Bulukumba dan mengangkat budaya lokal di Bulukumba yang dikenal dengan Butta Panrita Lopi. Ia juga menyarankan agar dalam judul film nanti bisa mempertimbangkan bahasa daerah. Tapi pada intinya film ini diharapkan dapat mengangkat citra Kabupaten Bulukumba.

“Tentunya dengan pembuatan film ini, ada feedback, bagaimana orang semakin mengenal Bulukumba dengan budayanya dan pesona alam Bulukumba, sehingga pariwisata kita juga semakin dikenal,” kata Andi Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba.

Awalnya Andi Utta ditawari sama produser untuk menjadi Cameo di film ini sebagai Bupati Bulukumba, bersama Cameo lainnya seperti Kaka Slank dan Tara Basro.

Baca Juga : Bukan Sebagai Bupati, Ini Sinopsis dan Peran Andi Utta di Film Layar Lebar Maxstream

Namun, karena Bupati Andi Utta mengaku punya pengalaman casting pada sebuah film di Jakarta sebagai punggawa ikan di pelabuhan, maka ia pun siap juga berperan di film ini.

“Di film ini, saya bisa memerankan pengusaha pembuat perahu, karena memang saya sering membuat perahu,” kata Andi Utta.

“Jadi Pak Bupati jadi bintang filmnya, tidak perlu jadi Cameo. Andi Utta langsung jadi pameran,” kata Buddy Ace menimpali pernyataan Andi Utta.

Baca Juga : Bukan Sebagai Bupati, Ini Sinopsis dan Peran Andi Utta di Film Layar Lebar Maxstream

Sang Director Teddy Soeriaatmadja dalam testimoninya menyampaikan Pinisi adalah salah satu simbol bahwa bangsa Indonesia adalah nangsa pelaut, maritim, saya suka dan bersemangat untuk menyutradarai film ini.

Walaupun Pinisi adalah simbol kemaritiman Indonesia sejak lama, tetapi jarang sekali cerita yang meng-explorasi tentang hal ini. Maka ketika saya ditawari menyutradarainya, saya langsung bilang ya, apalagi, Bulukumba, tempat dimana Pinisi ini dibuat, adalah daerah yang juga sarat dengan daerah wisata yang eksotis mulai dari alamnya, pantai sampai dunia bawah lautnya.

Romansa yang dibangun dalam ceritanya juga mempertemukan 2 karakter yang unik, Travel Blogger dan Perawat. Dari profesinya saja terlihat, bahwa 2 karakter ini akan menciptakan konflik yang tidak biasa yang satu semau gue, sementara yang satu harus sangat memperhatikan orang lain.

Baca Juga : Bukan Sebagai Bupati, Ini Sinopsis dan Peran Andi Utta di Film Layar Lebar Maxstream

“Saya yakin, dengan pengerjaan yang serius, film ini akan menampilkan adegan-adegan yang indah karena didukung oleh lokasi yang bagus dan bisa menampilkan symbol-symbol visual yang jarang dieksplorasi sebelumnya,” kata Teddy dalam testimoninya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646