REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksanaan Financial Expo (FIN Expo) 2026 yang berlangsung di Kota Makassar dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) berhasil memfasilitasi pembukaan sekitar 1.689 rekening.
Ribuan akun produk keuangan yang dibuka atau diaktivasi ini berasal dari berbagai industri jasa keuangan (IJK) yang berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mengangkat tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, pameran layanan jasa keuangan ini berlangsung selama tiga hari sejak 2 hingga 4 Oktober 2026, di Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar.
Keberhasilan kegiatan yang digelar OJK Sulselbar bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar juga berhasil mencatatkan transaksi sekitar Rp42 miliar. Kontribusi ini pun berasal dari 26.372 pengunjung selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Baca Juga : Kepala BPOM Taruna Ikrar Perkuat Pengawasan MBG, Dua SPPG di Mataram Jadi Tujuan Pemeriksaan
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan BIK tidak berhenti pada kegiatan edukasi dan kampanye, tetapi diarahkan untuk menghasilkan akses dan pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan secara nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” terang Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam penutupan, kemarin.
Ia mengaku, keberhasilan ini tentunya sesuai dengan semangat yang diusung dalam tema yang diangkat. Dimana, mengartikan semangat penguatan inklusi keuangan tersebut menjadi salah satu momentum strategis untuk mempertemukan masyarakat secara langsung dengan industri jasa keuangan, sekaligus mendorong peningkatan akses, pemahaman, dan pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan secara aman, mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Olehnya, FIN Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk dan layanan jasa keuangan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan akses keuangan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Baca Juga : Penyaluran Pembiayaan UMKM Nasional Capai Rp1.949 Triliun, Sumber Perbankan Mendominasi
“Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkannya secara tepat, aman, dan produktif sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muchlasin menegaskan bahwa penguatan inklusi keuangan memerlukan sinergi dan kolaborasi seluruh ekosistem. Khususnya OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat, guna memperluas akses serta pemanfaatan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada FIN Expo 2026 diramaikan dari 28 booth yang terdiri Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamian Simpanan (LPS) dan industri jasa keuangan yang disediakan. Di kegiatan ini, masyarakat (pengunjung) dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai berbagai produk dan layanan jasa keuangan.
Baca Juga : Bapemperda DPRD Sulsel Konsultasikan Ranperda Perlindungan Pekerja Migran ke Kementerian
“Mulai dari perbankan, industri keuangan nonbank, pasar modal, layanan keuangan digital, pembiayaan, hingga berbagai produk yang mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha,” jelasnya.
Selain pameran, FIN EXPO BIK 2026 juga dirangkaikan dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai risiko dan aktivitas keuangan ilegal.
Melalui FIN Expo 2026, OJK Sulselbar bersama FKIJK Sulselbar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Program Land4Lives ICRAF Berakhir, Pemprov Sulsel Dorong Jadi Piloct Project Berkelanjutan
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam menyelenggarakan kegiatan yang mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
“Ini tentunya sebagai bagian dari upaya bersama memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan industri jasa keuangan menjadi penting agar inklusi keuangan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya, saat menghadiri pembukaan.
Menurutnya, peningkatan inklusi keuangan juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan. Masyarakat harus dibekali pemahaman yang memadai agar mampu menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak serta terhindar dari berbagai risiko keuangan.
