0%
logo header
Sabtu, 07 November 2020 03:42

Hadiri Acara ‘Ngopiki’, Admin IKB Official Sampaikan Aspirasi Masyarakat Pelosok Bone

Admin Group Facebook Info Kejadian Bone Official (ikb Official), Muhammad Ashar Abdullah.
Admin Group Facebook Info Kejadian Bone Official (ikb Official), Muhammad Ashar Abdullah.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE – Dalam rangka evaluasi RPJMD, Pemda Kabupaten Bone mengadakam acara Ngobrol Perkara Infrastruktur dan Ekonomi, di Room Lt 2 Novena Hotel Jalan Ahmad Yani Watampone, Jum’at (06/11/2020).

Acara ini di hadiri perwakilan dari BUMN, Aktivis Mahasiswa, Lsm, dan Media, dan yang menjadi narasumber ialah Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, Kepala Bappeda Bone Dr. Ade Fariq Ashar, namun disayangkan tidak dihadiri dari Dinas PUPR, Disperkimtan, dan Dinas Pertanian hanya dihadiri pewakilan masing – masing Dinas.

Salah satu Admin Group Facebook Info Kejadian Bone Official (ikb Official) Muhammad Ashar Abdullah (Acca) turut hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut, ia menyempatkan diri menyampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone yang viral di media sosial terkait infrastruktur jalan, dan adanya kampung yang tidak teraliri listrik, dan juga sekolah – sekolah yang tidak layak untuk melakukan proses belajar mengajar.

“Yang pertama kalau revisi RPJMD mau fokus ke arah pendidikan, tabe’ Tellu Limpoe itu butuh sentuhan dari Dinas Pendidikan, ada sekolah disitu listriknya susah, aksesnya kesana butuh 2 jam baru bisa sampai, yang ke Dua Utang 500 M, tolong Pemda Bone arahkan baik – baik ke arah yang dimana masyarakat betul – betul bisa merasakan dampak positifnya, dan yang ke tiga untuk Dinas Perkimtan bagaimana solusi menghadapi pemilik tanah tetapi bangun gubuk, dan yang terakhir untuk Dinas Pertanian kenapa pupuk langka ? Dan masalahnya ada tambahan, tetapi suplier menjual diatas harga HET” tegas Ashar Abdullah.

Kemudian dari pada itu Ketua DPRD Kabupaten Bone Irwandi Burhan menjelaskan bahwa penganggaran keuangan Daerah di Kabupaten Bone ini sudah memenuhi mandatory spending.

“Jadi pengaggaran keuangan Daerah di Kabupaten Bone ini sudah memenuhi mandatory spending bahkan alokasi anggaran untuk infrastruktur cukup besar yakni Rp.260 Milliar, meski besar namun untuk menjawab keinginan masyarakat dengan luas wilayah daerah tertentu tidaklah maksimal, dan semoga Pemda Bone kedepannya bisa mengatasi semua itu khusus di sektor Pendidikan dan infrastruktur jalan,” Jelas Irwandi Burhan.

Namun acara ini dirasa sangat tidak maksimal menurut Ashar Abdullah, karena ketidak hadiran dari tiga Kepala Dinas dan hanya mengutus perwakilan mereka.

“Sekiranya Pemerintah jangan alergi dong dengan kami, perhatikan semua itu,” tutupnya. (Abdul Muhaimin)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646