0%
logo header
Selasa, 19 September 2023 13:27

Hadiri Festival LIKE 2023, PLN Promosikan Konsep Energi Bersih dan Hijau Menuju COP28

Chaerani
Editor : Chaerani
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menjelaskan terkait program PLN pada kegiatan COP28 di Dubai nanti dihadapan Presiden RI Joko Widodo, pada Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi Baru Terbarukan (LIKE) di Indonesia Arena, Senayan, kemarin. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menjelaskan terkait program PLN pada kegiatan COP28 di Dubai nanti dihadapan Presiden RI Joko Widodo, pada Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi Baru Terbarukan (LIKE) di Indonesia Arena, Senayan, kemarin. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — PT PLN (Persero) menekankan komitmen dalam menjalankan transisi energi menuju energi bersih dan ramah lingkungan.

Hal tersebut selaras dengan persiapan Indonesia dalam rangka 28th Conference of The Parties (COP28) di Dubai, Uni Emirat Arab pada November 2023 mendatang.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, di tengah upaya perseroan melakukan transisi ke energi bersih. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan pengembangan Accelerated Renewable Energy.

Baca Juga : Indosat dan Google Cloud Komitmen Wujudkan Pengalaman Digital Berbasis AI di Indonesia

“Rencana ini mampu menambah porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebanyak 75 persen atau sebesar 60 Gigawatt (GW) sampai dengan 2040 nanti,” katanya saat menghadiri Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi Baru Terbarukan (LIKE) di Indonesia Arena, Senayan, kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini pun turut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, para menteri dan pejabat setingkat menteri.

Lanjut Darmawan, dengan Accelerated Renewable Energy Development, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui transmisi yang menghubungkan pembangkit-pembangkit energi baru terbarukan atau Green Enabling Super Grid. Infrastruktur ini menjadikan sistem kelistrikan antar pulau di Indonesia yang sebelumnya terfragmentasi menjadi terhubung satu sama lain.

Baca Juga : Jelang Idul Adha, TPID Gowa Cek Stok dan Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional

“Indonesia merupakan negara dengan potensi EBT yang besar. Namun, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tantangan mismatch antara lokasi sumber EBT dengan pusat demand listrik,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, untuk menjawab tantangan tersebut, PLN mengembangkan Green Enabling Super Grid. Inovasi ini pun akan dibawa oleh PLN dalam perhelatan 28th Conference of the Parties di Dubai nanti.

“Lewat inovasi ini PLN bahkan siap mewujudkan mimpi besar dengan menyatukan sistem ketenagalistrikan kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN Power Grid,” harapnya.

Baca Juga : Keluarkan Rekomendasi, Telapak Tegaskan Tak Ada Pelanggaran HAM di Kawasan Konsesi Blok Tanamalia PT VI

Tak hanya itu, Darmawan mengungkapkan, PLN juga akan mengembangkan Smart Grid dan Flexible Generation yang terintegrasi dengan Green Enabling Super Grid. Sehingga sistem kelistrikan yang dulunya rapuh dan tidak stabil, kini menjadi semakin kokoh dan andal.

Bahkan untuk mengatasi fluktuasi supply pembangkit EBT yang bersifat intermiten, PLN akan mengembangkan Smart Power Plant, Smart Transmission, Smart Control Center, Smart Distribution, dan Smart Meter.

“Inilah langkah nyata Indonesia. Menjadi pemimpin transisi energi dunia. Bukan hanya mengakselerasi energi terbarukan, namun juga memperkokoh kapasitas nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan Net Zero Emissions 2060,” tegas Darmawan.

Baca Juga : PLN Goes To Campus Sambangi Unismuh Makassar, Mahasiswa Diedukasi Informasi Kelistrikan

Sementara, Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan, ancaman perubahan iklim sudah nyata dan dirasakan oleh semua negara di dunia. Hal ini lantas mendorong seluruh negara-negara di dunia untuk melakukan transisi energi.

“Sekali lagi, transisi menuju ke ekonomi hijau. Semua negara sekarang ini daur ulang sampah dikerjakan, produksi industri hijau dikerjakan, kendaraan listrik dimulai dibangun di negara-negara yang siap. Biodiesel digunakan, bioetanol digunakan, semua yang berbau green semua dikerjakan,” katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, partisipasi semua pihak menjadi kekuatan Indonesia di antara negara-negara di dunia dalam aksi iklim global. Termasuk menjadi kontribusi yang sangat berarti untuk aksi iklim termasuk menyongsong COP28 Dubai.

Baca Juga : PLN Goes To Campus Sambangi Unismuh Makassar, Mahasiswa Diedukasi Informasi Kelistrikan

“Ini merupakan upaya nyata masyarakat bersama pemerintah dalam meningkatkan perbaikan lingkungan iklim dan aksi iklim untuk kelestarian alam,” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646