0%
logo header
Selasa, 01 Juni 2021 12:18

Hayat Gani: Pancasila Adalah Falsafah Hidup Bangsa dan Semangat Memberikan Perlindungan Bagi Masyarakat

Rizal
Editor : Rizal
Hayat Gani: Pancasila Adalah Falsafah Hidup Bangsa dan Semangat Memberikan Perlindungan Bagi Masyarakat

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel Abdul Hayat Gani, menegaskan Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi langkah pemerintah untuk terus bekerja keras dan disipilin serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Sekprov Sulsel usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel secara Virtual, yang dilaksanakan lansung dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (01/06/2021).

Abdul Hayat Gani Mengaku Pemerintah harus memastikan layanan kepada masyarakat yang lebih cepat dan tepat.

Baca Juga : Azis Peter Ajak Warga Gowa Jaga Kedamaian Daerah

“Endingnya ke sana, maka kita harus kerja keras, disiplin dan memastikan layanan lebih cepat untuk kepentingan masyarakat yang kita cintai,” sebutnya.

Menurutnya, Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia menjadi semangat memberikan perlindungan dan pelayanan bagi masyarakat. 

“Saya kira makna esensi lahirnya Pancasila adalah kita tidak menyia-nyiakan semangat para pencetus. Yakni, masyarakat terlindungi dan sejahtera,” pungkasnya.

Baca Juga : Beri Kontribusi Ekonomi, Perputaran Uang di MHM 2026 Tembus Rp52,3 Miliar

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam amanatnya menyampaikan, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. Revolusi Industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berinteraksi dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara.

“Ketika konektivitas 5G melanda dunia, maka interaksi antar dunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu,” ujarnya.

Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat, memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi. 

Baca Juga : Upaya KALLA Jaga Biodiversitas Pesisir, Aksi Mangrove Lestari Raih Gold ISRA 2026

“Kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini,” imbuhnya.

Menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi, terutama Revolusi Industri 4.0. Dan, sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berke-Indonesia-an.

“Saya mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia Maju yang kita cita-citakan,” pungkasnya.

Baca Juga : Kalla Land & Property Raih Penghargaan Corporate Entrepreneurial Marketing Award 2026

Ia menambahkan Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa, dan dalam bernegara. 

“Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antar nilai-nilai, dan rivalitas antarideologi,” tutupnya.

Turut hadir dalam Upacara Hari Lahir Pancasila, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda). (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646