0%
logo header
Selasa, 07 April 2026 19:58

Husniah Tegaskan Bendungan Jenelata Harus Dukung Kesejahteraan Warga Gowa

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Bendungan Jenelata, di di Ruang Rapat Nipa-Nipa, Kantor BBWSPJ, Selasa (07/04/2026). (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Bendungan Jenelata, di di Ruang Rapat Nipa-Nipa, Kantor BBWSPJ, Selasa (07/04/2026). (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pembangunan Bendungan Jenelata yang mengambil lokasi di wilayah Kabupaten Gowa diharapkan dapay mendukung kesejahteraan masyarakat. Khususnya yang berada di wilayah bendungan.

Pasalnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) mengambil delapan desa di dua kecamatan. Masing-masing empat desa di Kecamatan Manuju dan empat desa lainnya di Kecamatan Bungaya.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menegaskan, keberadaan Bendungan Jenelata ini harus memiliki dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga : Konsolidasi Jalan Terus, Mardiono Tegaskan PPP Tak Risau Wacana Parliamentary Threshold

Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendukung sektor pertanian di Kabupaten Gowa. Selain itu menjadi solusi pengendalian banjir.

“Kami juga menegaskan agar bagaimana PSN di Gowa ini dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya, usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Gowa bersama Jajaran BBWSPJ, di Ruang Rapat Nipa-Nipa, Kantor BBWSPJ, Selasa (07/04/2026).

Ia mengatakan, Kabupaten Gowa merupakan salah satu daerah yang mendapat kepercayaan dalam pelaksanaan PSN di Sulawesi Selatan. Sehingga dibutuhkan koordinasi dan sinergi dengan pihak BBWSPJ dalam menjalankan proyek tersebut.

Baca Juga : Tak Gentar, PPP Sulsel Nilai Isu Parliamentary Threshold 5 Persen Baru Sekadar Cek Ombak

“Untuk menyelesaikan program nasional ini dengan baik dan lancar, tentu saya lebih menekankan kepada pemanfaatan dari setiap proyek yang berada di bawah naungan balai agar dapat dikomunikasikan dengan baik bersama pemerintah daerah,” katanya.

Selain itu, posisinya merupakan daerah sumber yang menjadikan Gowa memiliki peran penting. Baik sebagai sumber air maupun sumber material, serta membuka peluang lahirnya berbagai inovasi dari keberadaan proyek-proyek nasional tersebut.

“Kita harus menyadari bersama bahwa Gowa merupakan daerah sumber. Sumber air ada di sini, material juga ada di sini, bahkan ke depan sangat mungkin muncul inovasi-inovasi baru dari proyek nasional yang dibangun di wilayah kita,” jelasnya.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

Tak hanya itu, keberadaan Bendungan Jenelata nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi Kabupaten Gowa, tetapi juga bagi daerah lain seperti Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Maros. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan air baku dan irigasi.

Ia pun mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif dan mendalam antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat. Hal ini bertujuan agar Kabupaten Gowa menjadi daerah sumber yang mendapatkan manfaat yang lebih nyata.

“Kita perlu komunikasi yang lebih dalam lagi. Karena sebagai daerah sumber, tentu kita juga perlu mendapatkan manfaat yang lebih spesifik dan prioritas. Apalagi kita juga yang menjaga kawasan konservasi di hulu sebagai bagian dari keberlanjutan sumber daya air,” tambahnya.

Baca Juga : Paripurna Bahas Dua Ranperda, Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Dorong Perluasan Akses Pembiayaan Pelaku UMKM

Sementara, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi mengungkapkan, pembangunan Bendungan Jenelata memiliki berbagai manfaat strategis. Di antaranya, meningkatkan layanan irigasi sehingga intensitas tanam petani dapat meningkat dari dua kali menjadi tiga kali panen dalam setahun.

Kelebihan ini tentunya berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku bagi beberapa daerah, termasuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Maros.

Termasuk berkontribusi dalam pengendalian banjir di wilayah hilir Sungai Jeneberang.

Baca Juga : Paripurna Bahas Dua Ranperda, Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Dorong Perluasan Akses Pembiayaan Pelaku UMKM

“Dengan adanya bendungan ini, aliran air dapat diatur sehingga dapat mengurangi risiko banjir secara signifikan di kawasan hilir, sekaligus mendukung kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, Bendungan Jenelata juga memiliki potensi pengembangan energi listrik serta pariwisata, sehingga memberikan manfaat multi-sektor yang berkelanjutan.

Lanjutnya, untuk pelaksanaan konstruksi pihaknya menargetkan dapat diselesaikan pada 2028 mendatang. Termasuk bagaimana penyelesaian pembebasan lahan yang masuk dalam aset pemerintah daerah.

Baca Juga : Paripurna Bahas Dua Ranperda, Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Dorong Perluasan Akses Pembiayaan Pelaku UMKM

“Progres tanahnya masih 13 persen karena konsentrasinya di area yang konstruksinya dulu dan yang 87 persen akan diselesaikan secara bertahap sampai 2028,” ujarnya.

Ia berharap melalui rapat koordinasi ini akan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Ini dimaksudkan agar pembangunan Bendungan Jenelata benar-benar memberikan manfaat luas, dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Gowa sebagai daerah sumber,” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646