0%
logo header
Senin, 10 Agustus 2026 12:20

Industri Perbankan Syariah di Sulsel Kian Menguat, Aset Tembus Rp23,89 Triliun

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin (tengah), dalam Media Breafing Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin (tengah), dalam Media Breafing Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kinerja industri perbankan syariah di wilayah Sulawesi Selatan kian menguat, diikuti pertumbuhan positif pada sejumlah indikator. Baik secara aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga penyaluran pembiayaannya.

“Perkembangan yang positif pada kinerja perbankan syariah menunjukkan semakin kuatnya peran industri ini dalam mendukung aktivitas ekonomi di daerah,” terang Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.

Dirinya menyebutkan, berdasarkan data posisi Juni 2026, total aset perbankan syariah tumbuh 30,80 persen secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai Rp23,89 triliun. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan penghimpunan DPK yang mencapai 30,62 persen yoy, sehingga total dana yang dihimpun mencapai Rp16,18 triliun.

Baca Juga : Azis Peter Ajak Warga Gowa Jaga Kedamaian Daerah

“Kontribusi penghimpunan DPK pada perbankan syariah ini sebesar 10,80 persen dari total penghimpunan DPK secara keseluruhan,” ungkapnya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Dari sisi pembiayaan, perbankan syariah juga mencatat pertumbuhan sebesar 24,28 persen secara yoy menjadi Rp19,35 triliun. Pertumbuhan pembiayaan ini mencerminkan meningkatnya peran perbankan syariah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa perbankan syariah terus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sekaligus memiliki kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian daerah,” kata Muchlasin.

Baca Juga : Beri Kontribusi Ekonomi, Perputaran Uang di MHM 2026 Tembus Rp52,3 Miliar

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada level 119,64 persen. Sementara itu, kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 2,27 persen.

Dengan tren pertumbuhan aset, DPK, dan pembiayaan yang tetap tinggi, industri perbankan syariah dinilai memiliki ruang yang besar untuk terus berkembang, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646