Instruksi DPP, Taufan Pawe Sebut Bakal Ada PO Untuk Evaluasi Kinerja Anggota DPR

  • Bagikan
Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa DPP bakal mengeluarkan Peraturan Organisasi (PO) tentang kerja-kerja fungsional anggota DPR pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. PO ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja anggota DPR, baik secara legislastif maupun sebagai kader Golkar.

Hal tersebut diketahui saat Airlangga Hartarto yang didampingi Sekjen Lodewijk Paulus, Bendahara Umum Dito Ganinduto, memimpin rapat secara virtual bersama ketua-ketua DPD I se-Indonesia, Jumat (6/8/2021) kemarin.

“Kita baru saja mendengar intruksi Pak Ketum. Akan ada PO kerja-kerja fungsional untuk mengevaluasi kinerja anggota DPR RI dan DPRD. Kader Golkar khususnya anggota DPR kedepannya tidak ada lagi kerja-kerja untuk diri sendiri namun harus untuk kebesaran partai,” kata Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Taufan Pawe.

Wali Kota Parepare dua periode ini sangat mengapresiasi instruksi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tentang PO kinerja anggota dewan. Dia menilai, anggota legislatif merupakan wajah terdepan Partai Golkar. Karena mereka memiliki konstituen yang bisa menaikkan elektoral Partai Golkar secara langsung.

“Kita harus prioritaskan dulu pileg dan pilpres. Karena pertarungannya sudah mulai di tahun 2023, sementara pelaksaanannya di Februari 2024. Karena kalau kita menang pileg dan pilpres, persoalan pilkada 2024 di November itu bisa menjadi titik terang untuk kembali kita menangkan,” jelasnya.

Ketua MKGR Sulsel itu menegaskan bahwa harga mati bagi kader Golkar Sulsel memenangkan Airlangga Hartarto sebagai presiden. Bagi Taufan Pawe, Menko Perekonomian itu figur sarat prestasi. Apalagi pada masa pendemi, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini dari berhasil membawa Indonesia keluar dari resesi.

Airlangga berhasil membawa ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen pada kuartal II/2021 dan tertinggi dalam 17 tahun terakhir atau sejak 2004.

“Pak ketum ini (Airlangga) ibarat jarum. Kita semua ini kader khususnya mau maju di pilkada sebagai benang. Bahwa kita harus memenangkan dulu simbol kemuliaan partai kita. Terlalu dini kalau kita berbicara pilkada atau pilgub. Kita buktikan dulu kinerja kita di pileg dan pilpres,” tutupnya. (*)

  • Bagikan