REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pelaksanaan Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi ruang edukasi dan kompetisi yang mendorong generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai sektor jasa keuangan syariah.
“Program ISFO yang rutin digelar setiap tahunnya menjadi wadah bagi kelompok muda meningkatkan pemahaman mereka tentang keuangan syariah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, dalam keterangan resminya, kemarin.
Kegiatan yang tahun ini mengangkat “Learn, Innovate, Elevate” berlangsung di Aula Kemendikdasmen, Jakarta.
Baca Juga : Kepala BPOM Taruna Ikrar Perkuat Pengawasan MBG, Dua SPPG di Mataram Jadi Tujuan Pemeriksaan
Dalam kegiatan ini digelar berbagai kompetensi melalui tahapan seleksi yang, sehingga melalui berbagai tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 menghadirkan peserta terbaik dari seluruh Indonesia. Mereka terdiri atas 4 tim Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, 4 tim CCKS kategori mahasiswa, serta 3 tim Wirausaha Muda Syariah (WMS) kategori mahasiswa.
Adapun nama-nama dan peringkat juara yang diterima peserta berdasarkan hasil kompetensi pada Grand Final Kompetisi CCKS yakni untuk Kategori Pelajar yakni Juara 1 yakni Keanu Alief Montoya, Ahmad Akif Al Zahrawi, dan M. Razan Aqil Muflih dari MAN Insan Cendekia Kota Batam.
Kemudian Juara 2 terdiri dari Fawwaz Chandra , Muhammad Muntaha Hadafi, dan Shofi Khairunnisa dari MAN Insan Cendekia Serpong. Adapun Juara 3 adalah pelajar dari MAN 2 Kota Malang yang bernama Abisatya Nararya, Essenza Qurani Permata Qolbi, dan Wanda Revamoza Abrilliant.
Baca Juga : Penyaluran Pembiayaan UMKM Nasional Capai Rp1.949 Triliun, Sumber Perbankan Mendominasi
Sementara yang berhasil menjadi Juara 4 yakni M. Safa Farras , Muhammad Tammam Elhikam S., dan Muhammad Widi Alviano Putra dari MAN Insan Cendekia Batam.
Pada kompetisi CCKS di Kategori Mahasiswa untuk peringkat Juara 1 yakni Aida Aulia Rahmah, Iskazkro, Rohmat Chaska, dan Dea Alifiah Ihsani dari Universitas Brawijaya Malang. Kemudian yang masuk sebagai Juara 2 yaitu Adriel Dwi Nugroho, Muhammad Wahab Hasbullah, dan Annisa Fitriwadhani dari Politeknik Keuangan Negara STAN.
Selanjutnya untuk Juara 3 yakni Rezeky Farma Natanael N, Muhammad Andrian, dan Leon Adhyaksa Awindra dari mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN. Adapun Juara 4 dari mahasiswa Universitas Padjajaran Sumedang yang terdiri atas Pranajaya Muhammad Setiady, Nuriel Ajrina Izati dan Almaitsaa Majdina Putri.
Baca Juga : Bapemperda DPRD Sulsel Konsultasikan Ranperda Perlindungan Pekerja Migran ke Kementerian
Kompetisi lainnya yakni Wirausaha Muda Syariah (WMS) yang menjadi Juara 1 yakni Athar Ibrahim Toyib dan Zahra Nurul Rizkiyah dari IPB University dengan nama usaha Sortine. Selanjutnya Juara 2 yakni Siti Syahlah Septiyani, Naila Fidriatul Ilham, dan Dina Widyastuti dengan usaha FitDaYs dari Universitas Widyatama.
Kemudian Juara 3 terdiri dari Azid Ramadhan, Bintang Najwa Manurung, dan M. Ariel Zulya Ramadhan yang merupakan mahasiswa Universitas Syiah Kuala dengan usaha ELPIS.
“OJK berharap dari kegiatan ini para peserta dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang mampu menyebarkan pemahaman positif mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada lingkungan sekitarnya,” kata Dicky.
Baca Juga : Program Land4Lives ICRAF Berakhir, Pemprov Sulsel Dorong Jadi Piloct Project Berkelanjutan
Sebelumnya, Dicky menegaskan bahwa ISFO 2026 menjadi wadah pembelajaran, kompetisi, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi muda, salah satunya melalui penyelenggaraan
“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengaku, ISFO tahun 2026 diikuti sekitar 12.000 peserta, yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta meningkat sekitar 12 persen dan jumlah tim meningkat sekitar 15 persen. Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan besarnya antusiasme generasi muda untuk belajar, mengasah kemampuan, dan berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia.
Baca Juga : Program Land4Lives ICRAF Berakhir, Pemprov Sulsel Dorong Jadi Piloct Project Berkelanjutan
Ia menambahkan, nilai terbesar dari kompetisi ini bukanlah semata-mata menjadi juara, melainkan proses belajar yang telah dilalui. Menurutnya, yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang CAKAP, yaitu memahami keuangan, BIJAK, yaitu mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, PRODUKTIF, yaitu mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta TERLINDUNGI, yaitu memahami hak dan risiko, mampu bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi, dan mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.
