Kader Posyandu Dipersiapkan Bantu Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Gowa

  • Bagikan
Pelatihan Kader Posyandu Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (25/11/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Upaya Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa dalam membantu Pemerintah Daerah menurunkan angka stunting di wilayahnya. Bahkan hal tersebut merupakan sebuah komitmen dari TP PKK Gowa.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan terus memberikan pelatihan dan pemahaman kepada para kader posyandu. Terutama pengetahuan kader terkait upaya mendeteksi adanya kelainan pada bayi agar bisa dicegah sedini mungkin.

Pada pelatihan kader posyandu kali ini dilakukan kepada para kader posyandu di Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan yang berlangsung di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa.

Ketua TP PKK Gowa Priska Paramita mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pelatihan terhadap kader-kader posyandu agar ketika di lapangan dapat mengetahui tahapan dan mekanisme yang dilakukan. Terutama ketika mencatat Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) bayi saat menimbang.

“Desa Tindang ini salah satu dari tiga desa yang cukup tinggi angka stuntingnya. Salah satunya karena dipengaruhi minimnya pengetahuan kader posyandu,” ungkapnya, Kamis (25/11/2021).

Dengan kurangnya pengetahuan kader posyandu tersebut, PKK Gowa menghadirkan beberapa pemateri yang kompeten di bidangnya. Untuk materi yang akan diberikan kepada para peserta antara lain, tugas kader posyandu, gizi anak, dan lainnya.

“Ini bagian dari langkah kita untuk bersama-sama mencegah dan mengurangi prevelensi stunting di Gowa,” tambahnya. 

Dijelaskan Priska, data stunting di Kabupaten Gowa sangat besar dipengaruhi oleh kader posyandu dalam melakukan penginputan data saat kegiatan posyandu. Sehingga hal tersebut menjadi tantangan bagi TP PKK Gowa dalam memberikan pengetahuan bagi kader-kadernya di lapangan yang ada di setiap desa atau kelurahan.

Olehnya, ia berharap melalui pelatihan ini para kader posyandu bisa berperan aktif dan memperhatikan buku kesehatan ibu dan anak serta mengetahui target-target kenaikan berat badan bayi setiap bulannya.

Sementara, dr Setia Budi yang merupakan dokter spesialis anak dalam materinya mengatakan, permasalahan stunting memang menjadi permasalahan di seluruh wilayah di Indonesia.

Olehnya, ia menyarankan agar setiap desa dan kelurahan memiliki tim yang mendata apabila mendapati kasus stunting untuk dilakukan terapi khusus.

“Sebaiknya ada tim tersendiri yang bertugas ketika mendapati kasus stunting yang memerlukan terapi kebutuhan khusus bagaimana cara merujuk dari tingkat desa ke puskesmas, dan puskesmas ke kabupaten, jangan sampai masalah ini menjadi hambatan,” singkat Ketua Ikan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulsel ini. (Rhy)

  • Bagikan