REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Kinerja intermediasi perbankan terus menunjukkan penguatan pada Juni 2026. Pertumbuhan kredit kembali mengalami akselerasi, sementara profil risiko dan ketahanan permodalan industri perbankan tetap terjaga.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 mencapai 12,67 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Kondisi ini meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang sebesar 11,51 persen yoy.
“Kinerja intermediasi perbankan melanjutkan tren penguatan dengan profil risiko yang terjaga,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Baca Juga : SPBO OJK Beri Gambaran Arah Ekonomi dan Persepsi Kinerja Industri Perbankan
Secara nominal, kredit perbankan pada Juni 2026 mencapai Rp9.081 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 24,9 persen, diikuti Kredit Modal Kerja yang tumbuh 8,94 persen dan Kredit Konsumsi sebesar 5,75 persen.
Dari sisi kategori debitur, kredit korporasi menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kenaikan sebesar 20,45 persen yoy. Sementara itu, kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga melanjutkan tren perbaikan dengan tumbuh positif 1,05 persen yoy, meningkat dari 0,60 persen yoy pada Mei 2026.
“Adapun berdasarkan kepemilikan bank, kredit bank BUMN mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 16,54 persen yoy,” terangnya.
Di tengah penguatan penyaluran kredit, produk Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan masih memiliki porsi relatif kecil, yakni 0,34 persen dari total kredit. Baki debet kredit BNPL yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) per Juni 2026 tumbuh 33,54 persen yoy menjadi Rp30,7 triliun.
Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 37,72 persen yoy. Adapun jumlah rekening BNPL mencapai 32,77 juta, meningkat dari 32,54 juta rekening pada bulan sebelumnya.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 10,21 persen yoy menjadi Rp10.282 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 13,47 persen yoy. Berdasarkan komponennya, giro tumbuh 9,95 persen yoy, deposito 8,25 persen yoy, dan tabungan 12,16 persen yoy.
Baca Juga : Kalla Toyota Catat New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Kendaraan MPV Low 40 Persen
Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan DPK menyebabkan rasio likuiditas industri perbankan menurun pada Juni 2026. Namun, OJK menilai kondisi likuiditas perbankan masih berada pada level yang memadai.
Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat 101,92 persen, turun dari 108,20 persen pada Mei 2026. Sementara rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) berada di level 23,08 persen, turun dari 24,74 persen.
“Kedua rasio tersebut masih jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 182,75 persen,” jelas Dian.
Baca Juga : SPAM Mamminasata Resmi Beroperasi, 20 Ribu Rumah di Gowa dan Takalar Nikmati Air Bersih
Dari sisi kualitas aset, kondisi perbankan justru menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross turun menjadi 2,09 persen dari 2,17 persen pada Mei 2026. Sementara NPL net tetap terjaga pada level rendah, yakni 0,82 persen, dibandingkan 0,84 persen pada bulan sebelumnya.
Loan at Risk (LaR) juga turun menjadi 8,47 persen dari 8,72 persen pada Mei 2026.
“Penguatan pertumbuhan kredit tersebut masih disertai dengan perbaikan kualitas kredit, sementara tingkat profitabilitas dan permodalan perbankan tetap kuat,” ujarnya.
Baca Juga : SPAM Mamminasata Resmi Beroperasi, 20 Ribu Rumah di Gowa dan Takalar Nikmati Air Bersih
Profitabilitas industri perbankan yang tercermin dari Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 2,47 persen, sedikit meningkat dibandingkan 2,45 persen pada Mei 2026.
Sementara itu, ketahanan permodalan perbankan tetap kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 23,70 persen pada Juni 2026, relatif stabil dibandingkan 23,74 persen pada Mei 2026.
