0%
logo header
Kamis, 02 November 2023 15:30

Kunjungi Kampung Pisang di Pinrang, Pj Gubernur Bahtiar Perlihatkan Cara Cepat Perbanyak Anakan

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, bersama Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, saat menemui petani di Kawasan Pengembangan Hortikultura Kampung Pisang, Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bulu, Kamis (02/11/2023). (Istimewa)
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, bersama Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, saat menemui petani di Kawasan Pengembangan Hortikultura Kampung Pisang, Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bulu, Kamis (02/11/2023). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PINRANG — Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pinrang, Kamis (02/11/2023), salah satu agenda Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin adalah peninjauan Kawasan Pengembangan Hortikultura Kampung Pisang, di Dusun Bottae, Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bulu.

Di desa ini, telah puluhan tahun mengembangkan pisang dan nanas. Saat bertemu dengan petani, bukan hanya berdialog, Bahtiar juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan dalam budidaya pisang.

Diketahui, memperbanyak pohon pisang dengan menghasilkan bibit melalui teknologi kultur jaringan, memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional. Selanjutnya, pembibitan tanaman pisang melalui anakan pedang. Perbanyakan yang dilakukan dengan memisahkan anakan pisang dari induknya, cara ini adalah yang paling mudah dalam membuat bibit pisang dan paling banyak dilakukan oleh masyarakat. Serta, dari bonggol atau bit anakan/mini bit.

Baca Juga : Bunda PAUD Sulsel Ninuk Triyanti Zudan Apresiasi Layanan Ruang Tumbuh Kembang Anak RSKD Dadi

Bahtiar pada kesempatan ini memotong batang pisang dan memperlihatkan salah satu metode memperbanyak bibit pisang kepada penyuluh dan petani. Dengan pembibitan pisang menggunakan metode PIF atau dengan bonggol, dinilai mudah dan murah juga cepat.

“Bonggolnya akan menghasilkan anakan. Tumbuh banyak,” kata Bahtiar yang juga merupakan mantan petani di Kabupaten Bone, menjelaskan dalam bahasa Bugis.

Inilah langkah pertama yang harus dilakukan, yaitu mencari dan menentukan pohon pisang untuk dijadikan indukan. Tunas-tunas yang mulai tumbuh dengan ketinggian sekitar 15-20 cm bisa dengan menggunakan media tanam tanah ditambah pasir dan arang sekam.

Baca Juga : Sulawesi Memimpin Integrasi Geospasial, Memulai Revolusi dengan Target Peta Skala 1:5000 Tahun Depan

“Disiram pagi-sore, ini tumbuh 15-20 hari tumbuh. Tinggal disemai, jadi kalau anakannya sudah keluar, 2-3 anakan disimpan lagi, karena akan yang baru keluar, ini juga banyak diterapkan di India,” jelasnya.

“Untuk metode FIP ini, bapak-bapak petani, bisa kita lihat selengkapnya di Youtube, cara mudah anakan bonggol dengan metode PIF,” imbuhnya.

Salah seorang petani, Puang Lukman menyebutkan bahwa metode yang disampaikan belum pernah dipraktekkan. “Dengan ini bagus, jadinya ilmu kami bertambah dan bisa dipraktekkan. Memang bagus,” ucapnya.

Baca Juga : Buka Rakor Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi, Ini yang Disampaikan Prof Zudan

Ia juga berharap mendapat bantuan bibit pisang dan nanas, demikian juga peralatan pendukungnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646