0%
logo header
Jumat, 10 Mei 2024 00:59

LPPM Unhas Gelar Pengabdian di Majelis Taklim Gowa

M. Imran Syam
Editor : M. Imran Syam
LPPM Unhas saat melaksanakan Penyuluhan Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini bagi Ibu-Ibu anggota Persatuan Majelis Taklim (Permata) Kelurahan Tompobalang, Kamis (09/05/2024). (Istimewa)
LPPM Unhas saat melaksanakan Penyuluhan Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini bagi Ibu-Ibu anggota Persatuan Majelis Taklim (Permata) Kelurahan Tompobalang, Kamis (09/05/2024). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) melalui Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas, Kamis (09/05/2024) melaksanakan Penyuluhan Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini bagi Ibu-Ibu anggota Persatuan Majelis Taklim (Permata) Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Kegiatan sehari itu berlangsung di Ruko Amaliah Mebel Jl. Alternatif Tanggul Sungai Jeneberang Sungguminasa, Gowa, bertujuan memberikan bekal kepada para ibu tentang kesantunan berbahasa Indonesia terhadap anak usia dini.

Lima materi disajikan dalam kegiatan yang diikuti 30 peserta dari 15 organisasi majelis taklim tersebut, yakni; Etika dan Pola Berbahasa Orang Tua kepada anak dibawakan Prof.Dr.Tadjuddin Maknun, SU dipandu Dr.Kaharuddin.M.Hum; Psikologi pertumbuhan dan perkembangan anak dibawakan Ita Suryaningsih, S.Psi., M.A. dipandu Dr. M.Dahlan Abubakar, M.Hum; Pola Kesantuan Berbahasa pada anak dibawakan Prof.Dr.Lukman, M.S. dipandu Dr.Hj Indarwati, S.S.,M.Hum; Simulasi Kesantunan Berbahasa pada Anak dibawakan Dr.Kaharuddin, M.Hum, dan Dr.Indarwati, S.S.,M.Hum, dan Latihan penerapan kesantunan berbahasa pada anak dibawakan Dr.Hj.Munira Hasjim, S.S.,M.Hum.

Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas Dr.Hj.Munira Hasjim, S.S.,M.Hum, yang juga Ketua Panitia Penyuluhan menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan berbagi pengetahuan mengenai kesantunan berbahasa pada anak yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Andi Elsa Fadhilah Sakti, Doktor Termuda Lulusan Unhas

“Kita memberikan sedikit ilmu yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama terhadap anak cucu kita ke depan,” ujar Munira Hasjim, kemudian menambahkan, ini terutama ditujukan kepada ibu-ibu yang masih ada balita (bayi lima tahun)-nya.

“Tetapi neneknya yang penting, karena mereka yang mengasuh anak jika ibunya bekerja. Bukan lagi ibunya yang mengasuh anak, melainkan nenek, karena ibunya pergi bekerja. Oleh sebab itu, peserta penyuluhan ini tidak dibatasi umur,” imbuh Munira yang kemudian disambut tertawa oleh peserta. 

Munira Hasjim menyebutkan, LPPM Unhas melalui Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas siap berkolaborasi dengan para anggota Majelis Taklim di Kelurahan Tompobalang dalam pelaksanaan kegiatan seperti ini. Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas akan menempatkan Majelis Taklim yang tergabung dalam Permata sebagai objek binaan dalam pelaksanaan kegiatan seperti ini.

Baca Juga : Mantan Dirut BRI Temu Kangen: (5-Habis)Wawancara Sambil Bermain Golf dengan Wapres

Ketua Permata Ir. Hj.Hadawiyah menyambut baik adanya penyuluhan ini sebagai salah satu bagian kegiatan tridarma perguruan tinggi yang dilaksanakan LPPM Unhas. Penyuluhan ini akan melengkapi berbagai kegiatan yang dilaksanakan Majelis Taklim selama ini.

“Kami bersyukur karena pada hari ini berkesempatan dapat bertemu muka dengan para Guru Besar dari Universitas Hasanuddin, suatu kesempatan yang tentu saja tidak dapat kami peroleh pada kesempatan lain,” ujar Hj Hadawiyah.

Ita Suryaningsih, S.Psi.,M.A. dalam paparannya mengatakan, manusia mengalami beberapa perkembangan dalam kehidupan ini, yakni antara lain perkembangan koginitif, yakni berkaitan dengan cara berpikir dan ini berlangsung seara berkesinambungan. Kedua, Moral dan etika, yakni berkaitan dengan yang boleh dan tidak boleh. Ketiga, emosi social, yakni berkaitan dengan perilaku dan perasaan.

Baca Juga : Mantan Dirut BRI Temu Kangen: (4)Satu Malam, Bobol 4 Kantor BRI Unit

“Perkembangan anak ini harus diperhatikan sejak dia masih dalam kandungan, antara lain bentuk sang ibu mengonsumsi nutrisi yang positif bagi pertumbuhan sang bayi,” ujar ibu satu anak yang dilahirkan di Sungguminasa tahun 1982.

Lulusan magister UGM Yogyakarta 2011 dan S-1 Universitas Negeri Makassar (UNM) 2006 menyebutkan,  bayi hingga mencapai usia 6 tahun,  mudah menerima informasi. Oleh sebab itu, sebaiknya pada usia-usia tersebut bayi harus diberikan informasi yang dapat mendukung kecerdasannya.

“Pada usia seperti itu jangan mereka diperdengarkan dengan lebih banyak bunyi TV atau radio, sebab akan memengaruhi proses perilaku berbahasa dan tingkat laku,” ujar putri sulung Prof.Dr. Tadjuddin Maknun, SU, yang saat ini sebagai staf pengajar di Universitas Muslim Maros (UMMA) tersebut. 

Baca Juga : Mantan Dirut BRI Temu Kangen: (3)Dari Staf ke Posisi Puncak

Penyuluhan ini menarik perhatian para ibu. Ini ditandai dengan terjadinya diskusi antara peserta dengan pemateri.

Penyuluhan yang sedianya berakhir pukul 16.00, baru ditutup dengan penyerahan sertifikat pada pukul 17.00 Wita. (*)

Penulis : M. Dahlan Abubakar
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646