REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah atau PELITA Syariah dalam rangkaian Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar 2026, di Trans Studio Mall Makassar.
Buka panduan tersebut dimaksudkan untuk memperluas edukasi keuangan syariah melalui peran tokoh agama dan jaringan dakwah, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.
Buku tersebut menjadi panduan bagi pendakwah, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat dalam menyampaikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara bijak dan bertanggung jawab.
Baca Juga : OJK Pacu Inovasi Produk Keuangan Syariah Berbasis Kebutuhan Masyarakat
“Hal istimewa di hari ini adalah kita juga meluncurkan PELITA Syariah. Ini adalah buku yang kita tunggu-tunggu selama ini, karena di dalamnya ada panduan dakwah keuangan syariah, ada naskah kutbah yang bisa digunakan, jadi ini untuk bapak ibu yang sering memberikan kutbah, dan ceramah,” terang Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, usai meluncurkan PELITA Syariah, kemarin.
Lanjutnya, PELITA Syariah merupakan salah satu upaya OJK memperluas jangkauan literasi keuangan syariah melalui pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui ceramah dan khotbah keagamaan.
“Pada intinya, ini untuk menjaga masyarakat kita dari ketidaktahuan yang kemudian dapat membahayakan masyarakat, seperti terkena berbagai macam scam, penipuan, maupun produk-produk ilegal seperti pinjol ilegal dan lain-lain,” katanya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Buka Ruang Informasi dan Aduan Masyarakat dalam Pembangunan PLTA Bakaru II
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,07 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,24 persen. Kesenjangan tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah di masyarakat.
Untuk itu, OJK terus memperkuat edukasi melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan jaringan tokoh agama melalui PELITA Syariah, sekaligus mendorong industri jasa keuangan syariah memperluas akses layanan dan menghadirkan produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Penguatan literasi perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses keuangan syariah agar masyarakat tidak hanya memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan,” tegas Friderica.
Baca Juga : GIIAS Makassar 2026 Gaet 18.339 Pengunjung dan 1.500 Trip Test Drive
Dalam penyusunan PELITA Syariah, OJK berkolaborasi bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) yang berkontribusi dalam penyusunan dan penulisan materi, serta Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) yang berperan memastikan kesesuaian substansi buku dengan prinsip syariah.
PELITA Syariah memuat materi edukasi keuangan syariah, termasuk naskah khotbah yang dapat menjadi referensi bagi para pendakwah dalam menyampaikan pemahaman mengenai keuangan syariah kepada masyarakat.
Untuk memperluas pemanfaatan PELITA Syariah, OJK juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Baca Juga : Kado Spesial di Hari Listrik Nasional, PLN UIP Sulawesi Energize GI 150 kV Kolaka Smelter
Sementara, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menyambut baik peluncuran PELITA Syariah sebagai panduan yang dapat mendukung para penggerak dakwah dalam menyampaikan edukasi keuangan syariah secara lebih sistematis dan aplikatif.
“Buku PELITA Syariah hadir sebagai panduan yang sistematis dan aplikatif untuk membantu para penggerak dakwah menyapa masyarakat secara profesional dan berdampak,” ujarnya dalam sambutan daringnya.
Ia berharap, dengan kehadiran buku PELITA Syariah akan membawa manfaat yang luas, memperkuat kualitas literasi ekonomi syariah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, dan berkah tentunya.
Baca Juga : Kado Spesial di Hari Listrik Nasional, PLN UIP Sulawesi Energize GI 150 kV Kolaka Smelter
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal DMI, Rahmat Hidayat mengapresiasi peluncuran PELITA Syariah dan menyatakan dukungannya untuk memperluas edukasi keuangan syariah melalui jaringan masjid.
“DMI akan mendorong para khatib untuk mengangkat tema ekonomi dan keuangan syariah dalam khotbah secara berkala sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegasnya singkat.
