0%
logo header
Selasa, 03 November 2026 15:03

Festival Bulan Budaya Makassar Sukses Digelar, Pemkot Perkuat Ruang Ekspresi Seniman Lokal

Rizal
Editor : Rizal
Pemkot Makassar melalui Dinas Kebudayaan sukses menyelenggarakan rangkaian Festival Bulan Budaya di kawasan Central Point of Indonesia (CPI), Makassar, pada 31 Oktober-1 November 2026. (Foto: Istimewa)
Pemkot Makassar melalui Dinas Kebudayaan sukses menyelenggarakan rangkaian Festival Bulan Budaya di kawasan Central Point of Indonesia (CPI), Makassar, pada 31 Oktober-1 November 2026. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan sukses menyelenggarakan rangkaian Festival Bulan Budaya di kawasan Central Point of Indonesia (CPI), Makassar, pada 31 Oktober-1 November 2026.

Perhelatan akbar ini mendapat apresiasi luas dari para seniman dan budayawan lokal, salah satunya datang dari Dian Ekawati. Sebab, dinilai mampu menghadirkan ruang ekspresi yang memadai sekaligus memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat.

​Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar, Andi Patiware, menjelaskan Festival Bulan Budaya merupakan program rutin dan agenda tahunan yang didedikasikan untuk memperingati Hari Kebudayaan Nasional setiap 17 Oktober, yang dirangkaikan langsung dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar.

Baca Juga : Tampil Memukau, Konser The Lantis Tutup Rangkaian Fazzio Youth Festival 2026 di GOR UMI Makassar

​”Jadi, Festival Bulan Budaya ini adalah event tahunan atau program rutin yang dikhususkan untuk momen Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Oktober dan bertepatan juga dengan rangkaian HUT Kota Makassar,” ujar Andi Patiware saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

​Menurutnya, apresiasi tinggi dari para pelaku seni budaya mengalir karena pemerintah kota secara konsisten menyediakan ruang berekspresi yang luas. Pada penyelenggaraan tahun ini, ribuan elemen seni dilibatkan, termasuk ratusan penari tradisional serta para pelaku industri kreatif melalui kegiatan wedding showcase.

​”Jadi mereka apresiasi karena sudah diberikan ruang yang begitu besar dan luas. Sehingga, kegiatan ini mempunyai dampak atau efek langsung ke para pelaku seni budaya,” ungkapnya.

Baca Juga : Digelar Selama 5 Hari di GOR UMI, Ini Daftar Sekolah Pemenang Fazzio Youth Festival 2026 Makassar

​Ia merinci, khusus untuk pementasan tari kolosal dan perlombaan, pihaknya melibatkan kurang lebih 400 penari dari berbagai kalangan usia, termasuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

​Rangkaian perlombaan bahkan telah dimulai sejak beberapa hari, sementara puncak acara dipusatkan di Anjungan Pantai Losari selama dua hari penuh pada akhir pekan.

Kedepannya, Disbud Kota Makassar berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar manfaat kebudayaan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas maupun para pekerja seni.

Baca Juga : Luncurkan Cetak Biru di IIFS 2026, OJK Siapkan Arah Transformasi Keuangan Syariah

​”Ke depannya, pastinya sesuai dengan arahan pimpinan, bagaimana Festival Bulan Budaya ini memiliki dampak yang positif ke masyarakat luas, khususnya bagi para pelaku seni budaya,” demikian Andi Patiware.

​Dampak Positif Terhadap Pariwisata, Seni, dan UMKM

​Penyelenggaraan Festival Bulan Budaya mencatatkan dampak positif yang signifikan terhadap sektor pariwisata, seni budaya, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Juga : Makassar Tuan Rumah IIFS 2026, Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah Dimulai Dari Daerah

Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan acara selama dua hari berturut-turut, perhelatan ini berhasil menarik ribuan pengunjung serta melibatkan ratusan seniman dan pelaku usaha lokal.

​Lonjakan Partisipasi dan Keterlibatan Seniman Lokal

​Penyelenggaraan festival pada hari pertama langsung menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan dunia pendidikan. Tercatat sebanyak 400 pelajar berpartisipasi dalam lomba tari tingkat SD dan SMP, dengan masing-masing menyumbangkan 200 peserta.

Baca Juga : Makassar Tuan Rumah IIFS 2026, Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah Dimulai Dari Daerah

Selain itu, kegiatan adat seperti penampilan okkio bunting melibatkan 10 peserta. Pada hari kedua, kemeriahan berlanjut dengan pementasan seni tradisional akkorong tigi yang melibatkan total 17 orang.

​Panggung hiburan juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik (band) dengan keterlibatan 10 orang pada hari pertama dan 16 orang pada hari kedua. Secara keseluruhan, total sanggar seni yang dilibatkan mencapai 125 orang pada hari pertama dan 78 orang pada hari kedua, yang memperlihatkan komitmen festival dalam menyediakan ruang panggung bagi ekosistem seni lokal.

​Penggerak Roda Ekonomi Kerakyatan Melalui UMKM

Baca Juga : Makassar Tuan Rumah IIFS 2026, Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah Dimulai Dari Daerah

​Sektor ekonomi kerakyatan turut merasakan dampak langsung dari penyelenggaraan festival ini. Sebanyak 38 pelaku UMKM konsisten dilibatkan dan diberi ruang pamer serta berniaga selama dua hari penuh di area stan (booth) yang disediakan. Kehadiran puluhan stan UMKM ini menjadi magnet tersendiri bagi perputaran transaksi ekonomi di lokasi acara.

​Rekor Kunjungan Masyarakat

​Antusiasme publik terhadap Festival Bulan Budaya terbukti sangat tinggi. Berdasarkan catatan rekapitulasi pengunjung di area festival, total kunjungan dan partisipasi masyarakat yang memadati area Festival Bulan Budaya selama dua hari penyelenggaraan menembus ribuan orang.

Baca Juga : Makassar Tuan Rumah IIFS 2026, Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah Dimulai Dari Daerah

Festival Bulan Budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian seni budaya tradisional, tetapi juga instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal serta mempererat kebersamaan masyarakat. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646