0%
logo header
Selasa, 28 April 2026 13:42

MaRI Extension Mulai Dibangun, Gabungkan Pusat Perbelanjaan, Apartemen dan Ballroom

Chaerani
Editor : Chaerani
Jajaran pimpinan Manajemen KALLA Group bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri ground breaking MaRI Extension, Selasa, (28/04/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Jajaran pimpinan Manajemen KALLA Group bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri ground breaking MaRI Extension, Selasa, (28/04/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pengembangan Mal Ratu Indah (MaRI) Extension mulai dibangun yang ditandai melalui seremoni ground breaking atau peletakan batu pertama. Pembangunan ini pun merupakan tahap pertama dengan target operasional pada 2028 mendatang.

MaRI Extension akan dibangun di atas lahan bekas Hotel Sahid, Jalan Ratulangi. Dimana mengusung konsep mixed-use yang menggabungkan pusat perbelanjaan, ballroom dan apartemen. Keberadaannya pun diharapkan mampu memperkuat transformasi kawasan MaRI sebagai salah satu ikon pengembangan urban di Indonesia Timur.

Chief Executive Officer KALLA, Solihin Jusuf Kalla mengatakan, pengembangan MaRI Extension merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat portofolio properti. Selain itu juga bentuk kongkrit dari upaya MaRI untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan tetap relevan sebagai destinasi utama masyarakat.

Baca Juga : Bupati Gowa Minta Anggota Paskibraka Terpilih Utamakan Disiplin dan Bertanggungjawab

“Pengembangan ini merupakan langkah yang luar biasa bagi kami, sekaligus menjadi kelanjutan dari Mal Ratu Indah yang kini telah beranjak sangat dewasa,” ujarnya, Selasa, (28/04/2026).

Pengembangan area mixed-use MaRI dirancang dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan di area existing parkir yang mencakup perluasan area gedung parkir. Sementara, di tahap kedua, pengembangan akan difokuskan pada perluasan area mal dengan luasan yang dirancang seperti dengan mal existing saat ini.

“Kami ingin menghadirkan konsep ritel dan gaya hidup yang lebih modern dan terintegrasi,” katanya.

Baca Juga : Peringati HUT Ke-14 Tahun, Aston Makassar Gendeng Lintas Sektor Gagas Aksi Sosial Donor Darah

Selanjutnya, di sisi pengembangan apartemen akan dibangun 10 lantai dan 9 lantai parkir khusus penghuni. Khusus hunian apartemen ditargetkan berkapasitas 230 unit.

Fasilitas ini juga dilengkapi ballroom yang berlokasi di area rooftop parkir. Hal ini menjadikan MaRI Extension integrasi fungsi yang efisien dan modern dalam satu kawasan terpadu. Proyek pengembangan merupakan wujud realisasi dari perencanaan strategis jangka panjang yang telah disiapkan secara komprehensif selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Dimana, mencakup proses perancangan arsitektur, kajian teknis, hingga pembongkaran eks Hotel Sahid sebagai bagian dari penataan kawasan. Pengembangan ini diharapkan mampu menjadi bagian penting dari pertumbuhan kawasan sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai pusat aktivitas ekonomi di Indonesia Timur.

Baca Juga : GM PLN UIP Sulawesi Pastikan Kesiapan Penambahan Kapasitas 60 MVA ke GI Pinrang dan Sidrap

“Hal ini menunjukkan keseriusan dan kesiapan pengembang dalam menghadirkan proyek yang terukur, terencana, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ground breaking ini menjadi langkah awal dari visi besar pengembangan kawasan MaRI sebagai destinasi mixed-use terintegrasi yang tidak hanya menghadirkan fungsi komersial, tetapi juga hunian, gaya hidup, dan ruang interaksi masyarakat dalam satu kawasan yang modern dan berkelanjutan.

Sementara, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kawasan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kota.

Baca Juga : PINTU Edukasi Mahasiswa UNM Kenal Aset Crypto

“Pembangunan ini tentu akan memberikan dampak positif, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Kami berharap dapat melihat peningkatan jumlah angkatan kerja yang terserap dari hadirnya pengembangan MaRI ini,” terangnya.

Saat ini Makassar menjadi kota yang semakin dinamis dengan banyaknya pekerja yang datang dari luar daerah. Sehingga diharapkan perluasan MaRI dapat turut memenuhi kebutuhan gaya hidup dan belanja masyarakat.

Sekadar diketahui, sebagai salah satu pionir pusat perbelanjaan di Kawasan Indonesia Timur (KTI), MaRI terus menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Hal ini dibuktikan dengan telah diperolehnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang menjadi standar penting yang tidak dimiliki oleh semua gedung komersial, sebagai bukti kelayakan dan keamanan operasional gedung.

Baca Juga : PINTU Edukasi Mahasiswa UNM Kenal Aset Crypto

Selain itu, MaRI juga telah mengantongi sertifikasi bangunan hijau (green building certificate) melalui sistem penilaian Greenship Existing Building dengan peringkat Gold. Pencapaian ini menegaskan komitmen MaRI dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan efisiensi energi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pelopor transformasi gedung komersial ramah lingkungan di Indonesia Timur.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646