0%
logo header
Minggu, 01 November 2020 21:02

Meriahnya Pesta Panen di Desa Mario Kabupaten Bone

Meriahnya Pesta Panen di Desa Mario Kabupaten Bone

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE – Massempe adalah tradisi saling tendang atau adu kekuatan kaki yang biasanya dilakukan oleh dua orang pria untuk menjatuhkan lawan, namun tidak diperbolehkan menggunakan tangan seperti yang di adakan di Kabupaten Bone hari ini, Minggu (01/11/2020).

Tradisi tersebut, kerap dilakukan permainan rakyat tersebut sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu, yang dimaksudkan sebagai rasa syukur atas panen yang berlimpah, dan sebagai ajang silaturahmi antar warga kampung.

Tradisi Massempe, atau lebih dikenal dengan adu kaki dan saling tendang merupakan pertarungan bebas yang dilakukan oleh dua orang pria, baik remaja maupun dewasa, dengan menggunakan kekuatan kaki, dengan saling menendang, untuk menjatuhkan lawan.

Salah satu peserta sekaligus Tokoh Pemuda Bone Andi Lilo menjelaskan bagaimana itu Massempe, Sebelum pertarungan dimulai, para jawara kampung mengelilingi arena permainan,

“Jadi sebelum main para jawara mengelilingi arena permainan sambil bertepuk tangan, sebagai pertanda, bahwa para jawara tersebut mencari lawan tanding. Jika tepukan tersebut dibalas, maka dua jawara tersebut, siap untuk bertarung,” terangnya.

Tradisi Massempe tersebut, mirip dengan olahraga pencak pencak dor yg ada di Jawa, silat, muay thay, taekwondo, dan semacamnya, namun dalam pertarungan ini para peserta tidak diperkenankan menggunakan tangan, melainkan menyerang dengan menggunakan kaki.

Beliau menambahkan bahwa Tradisi Massempe ini dipimpin oleh dua orang wasit.

“Jadi permainan ini di pimpin oleh dua orang wasit sehingga jika salah seorang peserta ada yang berbuat curang, maka kedua wasit cepat bertindak, dengan melerai kedua peserta, dengan cara mendekap peserta kemudian menjauhkan dari lawannya. Usai bertarung, para peserta langsung berjabat tangan, dengan dipandu oleh kedua wasit, sehingga ketika acara tersebut sudah bubar, maka tidak ada rasa dendam di antara para peserta,” tuturnya.

Disela permainan Republiknews.co.id juga menjumpai salah satu Tokoh Pemuda Bone Andi Mensong yang kebetulan datang bersama Andi Lilo, ia menjelaskan banyak acara yang diadakan hari ini dalam rangka menyambut pesta panen dan beliau menjelaskan acara – acara itu.

“Jadi banyak acara ndi’ ini salah satu tradisi kita di Bone seperti ini ( sambil mempraktekkan permainan berikutnya ) Mappere atau orang melayu bilang berayun,” tuturnya kemudian beliau bermain.

Mappere adalah salah satu tradisi masayakat Bone yg terbilang unik,Ayunan raksasa yg terbuat dari bahan yg alami(pohon kapuk,rotan,bambu).peserta perempuan menaiki ayunan raksasa dan peserta laki – laki menarik tali dari kedua sisi untuk mengayunkan peserta perempuan dengan sekuat tenaga agar bisa terayun dgn kencang, tidak ada raut wajah yg menandakan ketakutan bagi mereka, terkadang penonton yang berteriak histeris melihat aksi mereka yang tergolong heroik.

Ditengah kemeriahan acara kami menyempatkan diri untuk bertanya kepada salah satu penonton apakah pernah terjadi insiden yg mengakibatkan orang yg di ayun terjatuh?

dia menjawab sejak mengenal namanya mappere belum pernah mendengar ada kabar ada insiden seperti itu.

“Selama saya mengenal permainan ini belum pernahpi saya dengar ada insiden, karena sebelum melakukan kegiatan tersebut memang ada ritual tolak bala agar kegiatan bisa berjalan lancar” Jelasnya

Selain permainan warga juga menyuguhkan makanan di rumah rumah mereka dalam memeriahkan pesta panen ini dengan berbagai macam hidangan lezat.

“Semoga warisan budaya ini bisa tetap terpelihara dengan baik agar nilai – nilai toleransi, sportipitas, gotong royong, dan semangat juang yg tinggi tetap terjaga,” tutup Andi Lilo. (Abdul Muhaimin)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646