REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Museum Balla Lompoa menjadi destinasi wisata sejarah yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Kabupaten Gowa sepanjang periode 2025.
Data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat menunjukkan museum yang menjadi ikon sejarah Kerajaan Gowa tersebut berhasil mencatat jumlah kunjungan tertinggi dibandingkan destinasi wisata sejarah lainnya di daerah itu.
Kabupaten Gowa sendiri memiliki sedikitnya lima destinasi wisata sejarah unggulan, yakni Museum Balla Lompoa, Makam Sultan Hasanuddin, Makam Syekh Yusuf, Masjid Tua Katangka, dan Makam Arung Palakka.
Kepala Disparbud Gowa, Ary Mahdin Asfari, mengungkapkan bahwa Museum Balla Lompoa mencatat sebanyak 16.872 kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Jumlah tersebut jauh melampaui destinasi wisata sejarah lainnya di Kabupaten Gowa.
“Sebanyak 16.872 wisatawan berkunjung ke Museum Balla Lompoa sepanjang periode 2025. Angka ini menjadikan Museum Balla Lompoa sebagai destinasi wisata sejarah dengan jumlah kunjungan tertinggi di Kabupaten Gowa,” ujarnya, dalam keterangannya, kemarin.
Berdasarkan data Disparbud Gowa, posisi kedua ditempati Makam Sultan Hasanuddin dengan total 5.152 kunjungan wisatawan. Sementara itu, Makam Syekh Yusuf berada di urutan berikutnya dengan jumlah kunjungan mencapai 2.305 wisatawan.
Baca Juga : Tamsil Linrung Serukan Konsolidasi Umat, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Nasional
Ary menjelaskan, tingginya minat wisatawan terhadap Museum Balla Lompoa menunjukkan besarnya ketertarikan masyarakat untuk mempelajari sejarah dan budaya lokal, khususnya terkait perjalanan Kerajaan Gowa yang memiliki peran penting dalam sejarah Sulawesi Selatan.
“Kami mencatat ada 16.091 wisatawan nusantara dan 781 wisatawan mancanegara yang telah berkunjung ke Museum Balla Lompoa untuk mengenal lebih dekat tentang sejarah dan kebudayaan Kabupaten Gowa dari masa ke masa, khususnya pada era Kerajaan Gowa,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Museum Balla Lompoa tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelestarian benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda serta wisatawan yang ingin memahami warisan budaya Kabupaten Gowa.
Baca Juga : Dapatkan Kesempatan Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile
Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Disparbud terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata sejarah guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain memperkuat promosi wisata budaya, pemerintah juga berkomitmen menjaga kelestarian situs-situs bersejarah yang menjadi bagian penting dari identitas dan perjalanan sejarah daerah tersebut.
“Dengan capaian kunjungan yang sangat baik, Museum Balla Lompoa semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Gowa,” terangnya.
Termasuk, menjadikan keberadaan Museum Balla Lompoa sebagai pusat edukasi budaya yang diminati wisatawan nusantara maupun mancanegara.
