0%
logo header
Jumat, 17 Juli 2026 18:12

Berawal Dari Satu Ruang Kelas, Kini RHIS Menuju Sekolah Islam Modern

Rizal
Editor : Rizal
Suasana kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an RHIS 2026 yang digelar di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (17/7/2026). (Foto: Istimewa)
Suasana kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an RHIS 2026 yang digelar di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (17/7/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Ranu Harapan Islamic School (RHIS) membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas.

Berawal dari satu ruang kelas sederhana, sekolah di bawah naungan Yayasan Ranu Prima itu kini berkembang menjadi salah satu sekolah Islam yang terus diminati masyarakat di Makassar.

Ketua Dewan Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Ranu Prima, Muhammad Ramli Rahim, membagikan kisah perjalanan RHIS saat memberikan sambutan pada Wisuda Tahfidz Al-Qur’an RHIS 2026 di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga : Berbekal Metode Belajar yang Modern, Siswa RHIS Jaga Asa Jadi Qori Internasional

Ramli mengawali langkahnya bukan dengan mimpi membangun sekolah, melainkan dengan menghitung manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Saya waktu itu membuat kalkulasi sederhana tentang nilai kemanfaatan,” ujarnya.

Saat itu, ia memiliki sebuah bangunan di Jalan Gagak. Bersamaan dengan masa kepemimpinannya sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia, ia bekerja sama dengan Samsung menghadirkan Samsung Smart Learning Class. Meski hanya memiliki satu ruang kelas, fasilitas pembelajarannya sudah tergolong modern.

Baca Juga : Pekan Olahraga NIPAH 2026 Hadirkan Ekosistem Olahraga dan Semangat Keberlanjutan

Ia kemudian membandingkan biaya menyekolahkan anaknya dengan biaya mendirikan sekolah sendiri.

“Saya bilang, biaya anak saya kalau sekolah di Athirah hampir sama kalau saya bikin sekolah sendiri. Sementara saya bisa mengajak orang lain sekolah bersama anak saya,” katanya.

Pengalaman mengelola sejumlah lembaga bimbingan belajar semakin menguatkan keyakinannya. Dari situlah RHIS mulai berdiri.

Baca Juga : Tak Sekadar Berdaya, Ainun Bersama PNM Ubah Pandangan Warga tentang Perempuan

Ramli bersama Askar merintis RHIS dengan segala keterbatasan. Saat itu, sekolah hanya memiliki satu ruang kelas.

“Ruangan cuma satu, mau bikin sekolah, ya rasanya hanya mimpi,” kenangnya.

Namun, mereka terus bergerak membangun kepercayaan masyarakat. Seiring waktu, jumlah siswa terus bertambah hingga RHIS memiliki angkatan pertama.

Baca Juga : Kalla Institute dan Pelindo Regional 4 Makassar Dorong Kampus ke Dunia Industri

Perjalanan tersebut mulai menunjukkan hasil. Alumni angkatan pertama RHIS berhasil membuktikan kualitas sekolah meski menempuh pendidikan dengan fasilitas yang terbatas.

Sebagian alumni diterima di Sekolah Menengah Analis Kimia dan langsung bekerja setelah lulus. Sebagian lainnya melanjutkan pendidikan ke Akademi Pariwisata Negeri Makassar dan Universitas Hasanuddin.

Ramli mengaku terharu ketika salah seorang alumninya datang menghampiri.

Baca Juga : Kalla Institute dan Pelindo Regional 4 Makassar Dorong Kampus ke Dunia Industri

“Tiba-tiba ada anak muda datang salaman, cium tangan sambil peluk. Dia bilang, ‘Saya Aji, Pak, yang dulu sekolah di RHIS’,” tuturnya.

Sementara itu, putranya yang ikut merasakan masa-masa awal RHIS kini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Menurut Ramli, keberhasilan para alumni menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh kemewahan fasilitas.

Baca Juga : Kalla Institute dan Pelindo Regional 4 Makassar Dorong Kampus ke Dunia Industri

“Kalau alumni pertama saja yang fasilitasnya sangat terbatas bisa seperti mereka, InsyaAllah anak-anak yang sekarang belajar dengan fasilitas lebih baik juga bisa kuliah di perguruan tinggi terbaik di Indonesia, bahkan dunia,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646