REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU – Selama bertahun-tahun, banyak warga desa berharap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus merasa jauh dari proses pengambilan keputusan. Harapan itu kini mulai menemukan wadah melalui Forum Desa (Fordes) MATAPPA yang diperkuat Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA).
Bagi Suhaemi, warga Desa Tampumia Radda, kehadiran Fordes MATAPPA bukan sekadar agenda seremonial. Ia melihat forum tersebut sebagai pintu yang membuka kesempatan masyarakat untuk ikut menentukan arah pembangunan desanya.
“Kami berharap forum ini terus berjalan dan semakin kuat. Ketika masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, maka program yang lahir akan lebih tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh warga. Komunikasi seperti ini penting agar pembangunan berjalan dengan baik dan saling mendukung,” tuturnya.
Baca Juga : MDA Petakan Potensi Sumber Air Bersih di Salumbu, Program Penyediaan Air Mulai Disiapkan
Suara serupa datang dari Astiwan Alam, Kader Jaga Desa Sampeang. Menurutnya, selama ini masyarakat membutuhkan ruang dialog yang benar-benar mampu menjembatani komunikasi antara warga, pemerintah, dan perusahaan.
“Dengan Fordes MATAPPA, kami merasa lebih didengar dan memiliki kesempatan berkontribusi dalam menentukan program yang benar-benar dibutuhkan desa. Ini menjadi langkah positif untuk memperkuat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan,” katanya.
Harapan-harapan itu mengemuka dalam kegiatan “Penguatan FORDES MATAPPA dan Program Jaga Desa: Sinergi Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES MATAPPA, dan MDA” yang digelar Senin (13/7/2026). Pada kesempatan tersebut, pengurus Fordes MATAPPA dikukuhkan melalui penyematan rompi secara simbolis sebagai penanda dimulainya penguatan peran forum di desa-desa.
Baca Juga : MDA, Pemkab Luwu, dan Pemdes Sampeang Bersinergi Tingkatkan Produktivitas Kakao Petani
Kegiatan ini menjadi rangkaian dari peluncuran Fordes MATAPPA yang sebelumnya dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Luwu pada Sabtu (11/7/2026).
Bagi masyarakat di wilayah operasional MDA, Fordes MATAPPA diharapkan menjadi lebih dari sekadar forum komunikasi. Kehadirannya menjadi ruang musyawarah yang memungkinkan berbagai persoalan desa dibicarakan bersama, sehingga solusi yang diambil lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
Direktur PT Masmindo Dwi Area, Erlangga Gaffar, mengatakan pendekatan tersebut memang menjadi prinsip yang dipegang perusahaan sejak awal menjalankan Program Jaga Desa.
Baca Juga : MDA Gelar Sunatan Massal Gratis di Tolajuk, Ringankan Beban Keluarga dan Dekatkan Layanan Kesehatan
“Kami percaya program yang paling baik bukanlah program yang datang dari perusahaan, melainkan program yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat itu sendiri. Karena itu kami memulai dengan mendengar,” ujar Erlangga.
Ia menjelaskan, berbagai aspirasi yang dihimpun melalui Fordes MATAPPA kemudian menjadi fondasi lahirnya sejumlah program dalam Program Jaga Desa. Di antaranya Pilar Jaga Masa Depan melalui Akademi MATAPPA, Pilar Jaga Keselamatan Desa melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), hingga Pilar Jaga Stabilitas Desa yang memperkuat komunikasi dan harmonisasi hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.
Bagi warga, keberadaan Fordes MATAPPA bukan hanya tentang hadirnya sebuah organisasi baru. Lebih dari itu, forum ini menjadi simbol bahwa suara masyarakat memiliki tempat dalam setiap proses pembangunan. Mereka berharap budaya mendengar, berdialog, dan bergotong royong terus menjadi fondasi pembangunan desa yang inklusif, sehingga setiap program benar-benar lahir dari kebutuhan warga dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan bersama. (*)
