REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Museum Balla Lompoa di Kabupaten Gowa menjadi salah satu destinasi edukasi sejarah yang diminati masyarakat. Bahkan dalam kunjungannya tidak sedikit berasal dari lintas generasi.
Salah satunya terlihat saat pihak Museum Balla Lompoa menerima kunjungan belajar dari siswa-siswi SMPN 1 Takalar hingga ibu-ibu dari Majelis Taklim asal Kalimantan Timur, pada April 2026 lalu.
“Ini mengartikan bahwa Museum Balla Lompoa menyimpan berbagai peninggalan Kerajaan Gowa yang memiliki peran penting sebagai ruang belajar sejarah oleh lintas generasi,” terang Kurator Museum Balla Lompoa, Andi Jufri Tenribali, kemarin.
Ia mengatakan, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menghubungkan masyarakat dengan perjalanan panjang Kerajaan Gowa.
“Museum Balla Lompoa merupakan ruang belajar yang terbuka bagi semua kalangan. Di sini masyarakat dapat mengenal lebih dekat sejarah Kerajaan Gowa melalui koleksi benda pusaka, naskah, dokumentasi, dan berbagai informasi yang kami sajikan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan museum memiliki nilai strategis dalam menumbuhkan kesadaran sejarah di tengah masyarakat, terutama di era digital ketika generasi muda semakin mudah mengakses berbagai informasi namun perlu mendapatkan sumber pembelajaran yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga : Tamsil Linrung Serukan Konsolidasi Umat, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Nasional
Museum Balla Lompoa sendiri menempati bangunan rumah panggung khas Makassar yang merupakan replika Istana Kerajaan Gowa. Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari perlengkapan kerajaan, senjata tradisional, pakaian adat, hingga benda-benda pusaka yang menjadi saksi perkembangan Kerajaan Gowa pada masa lampau.
Andi Jufri menjelaskan, setiap koleksi yang dipamerkan memiliki nilai historis yang penting untuk dipahami oleh masyarakat. Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat mempelajari sistem pemerintahan, kehidupan sosial, budaya, hingga hubungan Kerajaan Gowa dengan berbagai daerah dan bangsa lain pada masa lalu.
“Banyak pelajar yang datang berkunjung untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Mereka tidak hanya membaca sejarah dari buku, tetapi juga melihat bukti-bukti sejarah yang masih terawat hingga saat ini,” katanya.
Baca Juga : Dapatkan Kesempatan Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile
Dengan koleksi bersejarah yang dimiliki serta berbagai kegiatan edukatif yang terus dikembangkan, Museum Balla Lompoa diharapkan tetap menjadi pusat pembelajaran sejarah dan budaya yang mampu menjembatani pengetahuan lintas generasi serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Sulawesi Selatan.
Ia menambahkan, selain melayani kunjungan wisata edukasi, pihak museum juga terus berupaya mengembangkan berbagai program yang dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal. Kegiatan seperti pameran, diskusi budaya, hingga edukasi bagi pelajar secara rutin dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai warisan budaya Kerajaan Gowa.
“Kami harap dengan keberadaan Museum Balla Lompoa, nilai-nilai sejarah dan budaya Kerajaan Gowa dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
