0%
logo header
Selasa, 28 Juli 2026 22:10

OJK Perkuat Digitalisasi Keuangan Bagi Pelaku UMKM di Wilayah Timur

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso (tengah depan) bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi dan Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin (kedua kanan depan) bersama jajaran lainnya dan peserta berfoto bersama pada Forum Group Discussion bertema "Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan", di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)
Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso (tengah depan) bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi dan Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin (kedua kanan depan) bersama jajaran lainnya dan peserta berfoto bersama pada Forum Group Discussion bertema "Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan", di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk di Indonesia Timur melalui digitalisasi dan inovasi sektor keuangan.

Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperkuat daya saing UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan OJK adalah tokenisasi Real World Assets (RWA), yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk aset bernilai besar, tetapi juga untuk mendukung pembiayaan rantai pasok komoditas unggulan daerah, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, pengolah, distributor, hingga eksportir.

Baca Juga : Pemkab Gowa Dukung Penguatan Potensi Nelayan dan Wisata Sungai Dongkrak PAD

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD), OJK, Adi Budiarso menjelaskan, perkembangan teknologi keuangan tentunya akan berkontribusi dalam membuka peluang baru bagi pelaku UMKM. Terutama, untuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas, efisien, dan inklusif.

“Ruang eksplorasi tokenisasi tersebut mencakup resi gudang beras, produksi kakao, kontrak pembelian komoditas, hingga pembiayaan infrastruktur daerah,” jelasnya, di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan”, di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, kemarin.

Adi menjelaskan bahwa berbagai inovasi tersebut bukan lagi sebatas konsep. OJK telah meluluskan sejumlah penyelenggara melalui Regulatory Sandbox dengan model bisnis baru, antara lain tokenisasi emas, tokenisasi Surat Utang Negara melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbitan stablecoin Rupiah, serta kustodian aset keuangan digital nonperdagangan.

Baca Juga : Bantu Komputer Hingga Laptop, PLN UIP Sulawesi Dorong Siswa SMPN 2 Bungku Timur Melek Digital

Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi sektor keuangan digital mulai memasuki tahap implementasi pasar. Selain itu, pendalaman pasar keuangan digital tidak boleh dipahami sebagai proyek teknologi semata, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi regional dan nasional.

“Targetnya bukan sekadar seberapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar manfaatnya dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan inklusivitas, memperkuat efisiensi intermediasi sektor keuangan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Adi juga menegaskan bahwa OJK terus membangun ekosistem sektor keuangan yang mendukung agenda pembangunan daerah melalui Program Pengembangan Ekosistem Keuangan Daerah.

Baca Juga : Instruksi Wali Kota Makassar Tegas, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur Mulai 1 Agustus

“Kami tidak ingin menduplikasi program pemerintah. OJK ingin membangun ekosistem sektor keuangan yang mendukung agenda pembangunan daerah, termasuk penguatan ekonomi kreatif, hilirisasi, dan pengembangan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam memperkuat sinergi pengembangan UMKM melalui digitalisasi keuangan.

“Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan membangun langkah nyata agar digitalisasi keuangan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur,” katanya.

Baca Juga : Disebut Londo Ireng, AJI Makassar dan Organisasi Masyarakat Sipil Desak Prabowo Minta Maaf

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan kepada pelaku UMKM, termasuk penguatan literasi keuangan dan pencatatan keuangan usaha agar memiliki kredibilitas dalam mengakses pembiayaan formal. Menurutnya, transformasi digital sektor keuangan akan mendorong UMKM naik kelas, terintegrasi dengan ekosistem digital, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Di tempat yang sama, Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin menjelaskan, perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,88 persen. Kondisi ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.

Ke depan, pengembangan ekonomi daerah akan difokuskan pada hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, penguatan koordinasi antarlembaga jasa keuangan, penyediaan dan pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Baca Juga : Disebut Londo Ireng, AJI Makassar dan Organisasi Masyarakat Sipil Desak Prabowo Minta Maaf

“Langkah selanjutnya yang akan didorong dalam pengembangan ekonomi daerah antara lain hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, koordinasi lembaga jasa keuangan, penyediaan dan pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pelaku usaha,” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646