0%
logo header
Kamis, 07 Mei 2026 19:50

OJK Sulselbar Dorong Sinergi Pemangku Kepentingan Kembangkan Komoditas Kakao di Daerah

Chaerani
Editor : Chaerani
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan, OJK Sulselbar, Arif Machfoed saat menghadiri FGD dan Diseminasi Riset Akses Keuangan bertajuk "Pacu Akselerasi Akses Keuangan, Ekonomi Daerah Meningkat", di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan, OJK Sulselbar, Arif Machfoed saat menghadiri FGD dan Diseminasi Riset Akses Keuangan bertajuk "Pacu Akselerasi Akses Keuangan, Ekonomi Daerah Meningkat", di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mendorong penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan komoditas kakao dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu langkah preventif yang dilakukan yakni dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Riset Akses Keuangan bertajuk “Pacu Akselerasi Akses Keuangan, Ekonomi Daerah Meningkat”, di Ballroom Kantor OJK Sulselbar.

Pertemuan ini pun dilaksanakan dalam rangka program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) melalui peningkatan produktivitas komoditas kakao. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan kebutuhan akses keuangan, serta merumuskan rekomendasi dan tindak lanjut akselerasi akses keuangan yang implementatif dan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga : Pertama di Indonesia Timur, KONI Makassar Jalin Perjanjian Kerja Sama dengan Kepolisian

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan, OJK Sulselbar, Arif Machfoed mengatakan, pihaknya meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha. Baik offtaker dan petani, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pemerintah daerah dan kementerian/lembaga akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif

“Pengembangan kakao tidak hanya akan meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi petani,” katanya, dalam pertemuan, kemarin.

Ia mengungkapkan, Sulawesi merupakan salah satu pusat utama produksi kakao nasional dengan kontribusi yang sangat signifikan. Potensi ini menjadikan kakao sebagai komoditas strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga : GM UIP Sulawesi Turun Langsung Tinjau Progres Pembangunan SUTT 150 kV Palu 3 – Tambu

“Pengembangan kakao di wilayah Sulawesi masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain produktivitas yang belum optimal serta keterbatasan peremajaan tanaman,” ujarnya.

Sejak periode 2025, telah terbentuk empat ekosistem keuangan di Wilayah Sulawesi yaitu di Kabupaten Luwu Timur – Sulawesi Selatan (Sulsel), Kabupaten Polewali Mandar – Sulawesi Barat (Sulbar), Kabupaten Poso – Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Kabupaten Konawe Selatan – Sulawesi Tenggara (Sultra). Adapun pada ekosistem tersebut masing-masing telah memiliki kerja sama dengan perbankan dalam pemberian akses permodalan.

“Sampai dengan saat ini telah tersalurkan pemberian kredit atau pembiayaan sebesar Rp26 miliar kepada 223 petani,” jelasnya.

Baca Juga : Kewaspadaan Dini Jadi Kunci Pemkab Gowa Jaga Produksi Pertanian Saat El Nino

Untuk memperkaya perspektif diskusi, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berkolaborasi dengan OJK Institute dan akademisi Universitas Hasanudin dalam mendiseminasikan hasil riset akses keuangan. Antara lain, Peran Sektor Jasa Keuangan dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah, Analisis Determinan Permintaan Asuransi Parametrik Sektor Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Indonesia, dan Analisis Kebutuhan Akses Keuangan Petani Kakao dalam Ekosistem Closed Loop.

Sementara, Direktur Riset OJK Institute, Bayu Bandono, menyampaikan bahwa hasil riset tersebut dapat memberikan gambaran strategis berbasis data, khususnya terkait skema mitigasi risiko bagi petani melalui asuransi parametrik, serta penguatan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung pembiayaan, distribusi, dan hilirisasi komoditas unggulan daerah.

“Kami berharap riset ini dapat memberikan insight yang bermanfaat, baik bagi internal maupun eksternal, termasuk pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat luas, dalam mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Baca Juga : Gandeng TP PKK, Pemkab Sidrap Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal

Sehingga kedepan diharapkan mampu menjadi referensi strategis dalam mendorong penguatan sektor jasa keuangan serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen dalam mendorong terbentuknya ekosistem pengembangan ekonomi daerah komoditas kakao di Pulau Sulawesi, OJK Sulselbar menyerahkan plakat apresiasi kepada ekosistem keuangan yang telah terbentuk kepada para pelaku usaha yang dalam hal ini diwakili oleh offtaker didampingi oleh pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan dalam ekosistem pengembangan ekonomi daerah komoditas kakao.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646