Pemkab Gowa Bentuk Tim Khusus untuk Selesaikan Persoalan Sengketa Tanah

0
Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Gowa yang dibentuk Pemkab Gowa untuk menyelesaikan permasalahan sengketa tanah. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa terus berkomitmen menyelesaikan permasalahan pertanahan yang ada di wilayahnya.

Hal ini pun ditindaklanjuti dengan menggandeng Kantor Pertanahan Kabupaten Gowa dengan membentuk tim khusus yakni Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Gowa.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, latar belakang pembentukan Tim GTRA ini adalah berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria. Di mana reforma agraria ini nantinya akan dilaksanakan melalui penataan aset dan penataan akses dalam rangka menciptakan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan yang berbasis pada pemanfaatan tanah.

“Tim yang dibentuk ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ketidakpastian, ketimpangan penguasaan, sengketa lahan, degradasi lingkungan, dan terhambatnya pembangunan karena terbatasnya ketersediaan tanah.”, katanya, Kamis (08/04/2021).

Menurutnya, pembentukan Tim GTRA di Kabupaten Gowa dapat mendorong dan meningkatkan koordinasi di jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional dan pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan agar terdapat kesepahaman dalam penyelenggaraan reforma agraria.

Pembentukan Tim GTRA Kabupaten Gowa berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 130 Tahun 2021 yang dipimpin langsung oleh Bupati Gowa. Selain beranggotakan tim dari Kantor Pertanahan Kabupaten Gowa, Tim GTRA juga berisi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Tim GTRA ini bertugas untuk mengkoordinasikan penyediaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), mewujudkan kepastian hukum dan legalisasi hak atas TORA, serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan legalisasi aset dan redistribusi tanah,” lanjutnya

Dirinya juga menekankan agar kegiatan GTRA dapat berfokus pada TORA yang berpotensi, seperti tanah transmigrasi, HGU habis, pelepasan kawasan hutan, dan usulan masyarakat. Sebaran wilayah tanah yang berpotensi ini berada pada 8 kecamatan, di antaranya Kecamatan Tinggimoncong, Kecamatan Tombolo Pao, Kecamatan Bajeng, Kecamatan Parangloe, Kecamatan Biringbulu, Kecamatan Bontolempangan, Kecamatan Bungaya, dan Kecamatan Manuju.

“Kami berharap dengan adanya gugus tugas ini, mampu meminimalisir sengketa dan konflik pertanahan di wilayah Kabupaten Gowa,” tegasnya. (Rhany)

Tinggalkan Balasan