0%
logo header
Jumat, 22 Mei 2026 14:07

Penanganan Stunting Jadi Prioritas, Pemkab Gowa Maksimalkan Program MBG 3B

Chaerani
Editor : Chaerani
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat membuka Rapat Pengendalian Lapangan Program Pembangunan Bangga Kencana, di Aula Kantor Dinas PPKB Kabupaten Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat membuka Rapat Pengendalian Lapangan Program Pembangunan Bangga Kencana, di Aula Kantor Dinas PPKB Kabupaten Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita Non-PAUD (3B) akan didorong dalam upaya memperkuat penanganan stunting.

Hal ini pun menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam upaya menurunkan jumlah prevelensi stunting di wilayahnya.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut masa depan daerah dan kualitas generasi penerus bangsa.

Baca Juga : NasDem Sulsel Segera Tempati Markas Baru di Jalan Pettarani Makassar

“Kalau hari ini ada anak yang tumbuh tanpa gizi yang cukup, maka beberapa tahun ke depan kita bisa kehilangan kualitas sumber daya manusia yang seharusnya menjadi kekuatan Kabupaten Gowa,” ujarnya, saat membuka Rapat Pengendalian Lapangan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, kemarin.

Ia pun menekankan agar penanganan stunting harus dilakukan secara nyata hingga menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Selanjutnya, pelaksanaan program MBG harus berjalan sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, khususnya Pasal 47, yang mengatur penyaluran dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari kader KB, kader PKK, dan bidan di lapangan.

“TPK bukan hanya pelaksana administratif, tetapi pendamping keluarga yang memahami kondisi riil masyarakat sampai tingkat dusun dan lingkungan,” jelas Darmawangsyah yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa.

Baca Juga : Asmawati, Warga Pallangga Kini Nikmati Hidup Lewat Perbaikan Rumah dan Bantuan Usaha

Ia juga meminta seluruh penyuluh KB, kepala UPT, operator program, dan unsur teknis lainnya memastikan pelaksanaan MBG 3B berjalan tepat sasaran, tepat waktu, tepat manfaat, serta memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi masyarakat. Sebab, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi kesehatan ibu dan anak penerima manfaat.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya angka distribusi, tetapi bagaimana ibu hamil memperoleh asupan gizi yang cukup, ibu menyusui memiliki ketahanan gizi yang baik, dan balita mendapatkan pemenuhan nutrisi optimal agar terhindar dari risiko stunting,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud mengatakan, rapat Bangga Kencana ini rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai forum evaluasi terhadap perkembangan program dan penyusunan langkah kerja ke depan.

Baca Juga : Lakukan Penipuan dan Impersonasi, Satgas PASTI Hentikan Aktivitas CANTVR dan YUDIA

“Evaluasi ini penting dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gowa,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan program saat ini masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga sejumlah kegiatan masih dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Melalui pelaksanaan Program MBG 3B, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap dapat memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Gowa.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646