0%
logo header
Minggu, 11 Januari 2026 16:09

Pengangkutan, Listrik, Gas Hingga Pertambangan Dorong Pertumbuhan Kredit Nasional

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Eksek​utif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Kepala Eksek​utif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sejumlah sektor menjadi pendorong utama dalam meningkatkan pertumbuhan kredit perbankan nasional. Pasalnya, hingga November 2025 kredit perbankan tumbuh sebesar 7,74 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Jumlah pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 7,36 persen yoy. Sehingga total kredit di periode tersebut telah mencapai Rp8.314,48 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan nasional didorong oleh kinerja positif sejumlah sektor utama. Mulai dari sektor pengangkutan dan pergudangan yang tumbuh 18,33 persen, pengadaan listrik, gas, dan air sebesar 21,83 persen, dan industri pertambangan dengan capaian pertumbuhan 11,0 persen.

Baca Juga : Taufan Pawe Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Abrasi di Cappa Gusung Bulukumba

“Termasuk pula sektor konstruksi yang tumbuh 8,14 persen,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Secara nasional, OJK mencatat kinerja intermediasi perbankan nasional terus menunjukkan tren positif dengan profil risiko yang tetap terjaga serta likuiditas berada pada level yang memadai. Hal ini menyebabkan pertumbuhan kredit perbankan mengalami akselerasi seiring membaiknya permintaan dari sektor riil.

“Pertumbuhan kredit diproyeksikan berada di atas batas bawah target yang ditetapkan,” terang Dian.

Baca Juga : Bukan Menggusur, Wali Kota Makassar Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

Kemudian, di periode 2026, OJK tetap optimistis terhadap prospek industri perbankan. Kinerja perbankan diproyeksikan akan tetap solid dengan pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang stabil, didukung oleh kualitas aset yang terjaga serta permodalan yang kuat.

Ia menyebutkan, berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni 17,98 persen secara yoy, terutama ditopang oleh pembiayaan ke sektor pertambangan dan industri pengolahan. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

“Ini mencerminkan peran strategis perbankan dalam mendukung ekspansi usaha dan peningkatan kapasitas sektor riil guna menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” jelasnya.

Baca Juga : Momen HUT ke-18, DPD Gerindra Sulsel Bantu Warga Kurang Mampu di Makassar

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 6,67 persen yoy, dan kredit modal kerja meningkat 2,04 persen secara yoy. Dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh kuat sebesar 12,06 persen yoy, sedangkan kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih mengalami kontraksi sebesar 0,64 persen yoy.

“Kami akan terus memperkuat kebijakan dan pengawasan guna menjaga stabilitas sistem perbankan serta mendorong peran perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646