0%
logo header
Selasa, 11 Agustus 2026 08:23

Penyaluran Kredit ke Perdagangan Besar dan Eceran di Sulsel Capai Rp37,98 Triliun

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar Moch. Muchlasin (kedua kiri), saat memaparkan perkembangan sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan, dalam Jurnalis Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, Jumat, (09/05/2025). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar Moch. Muchlasin (kedua kiri), saat memaparkan perkembangan sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan, dalam Jurnalis Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, Jumat, (09/05/2025). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan pada Juni 2026 masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, kredit yang disalurkan ke sektor tersebut mencapai Rp37,98 triliun atau memiliki share sebesar 21,53 persen dari total penyaluran kredit sebanyak Rp176,30 triliun.

Kendati menjadi sektor dengan porsi penyaluran kredit terbesar, pertumbuhan kredit perdagangan besar dan eceran tercatat sedikit mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 1,24 persen.

Baca Juga : Hengkang atau Bertahan, Masa Depan Appi di Golkar Kini di Persimpangan Jalan

Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan, penurunan tersebut tidak menjadi gambaran keseluruhan perkembangan kredit berdasarkan lapangan usaha. Sejumlah sektor strategis justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat.

“Ada beberapa yang turun seperti perdagangan besar dan eceran, tapi pertanian dan perburuan lumayan tinggi dibanding tahun lalu, naiknya 11,23 persen. Saya kira pertanian ini akan selalu bagus karena kita pahami salah satu sumber dan sektor kekuatannya Sulawesi Selatan adalah pertanian,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Penyaluran kredit ke sektor pertanian mencapai Rp16,51 triliun atau dengan share 9,13 persen. Karakteristik ekonomi Sulawesi Selatan yang kuat di sektor pertanian menjadi salah satu faktor yang membuat penyaluran kredit pada sektor tersebut tetap tumbuh. Produksi pertanian, khususnya padi, juga memiliki peran penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulsel, tetapi juga memasok kebutuhan daerah lain.

Baca Juga : Program Stay & Play ala Aston Makassar, Tawarkan Paket Menginap Bonus Padel dan Kuliner

“Produksi panen padi kita saja sampai tiga kali dalam setahun, bahkan kita menjadi daerah distribusi ke daerah-daerah lain di nasional, termasuk di Indonesia Timur,” katanya.

Selain pertanian, perburuan, dan kehutanan sektor lainnya yang mengalami pertumbuhan yakni real estate, usaha persewahan, dan jasa perusahaan sebesar 16,85 persen atau sebesar Rp4,28 triliun dengan share 2,34 persen. Sementara, penyaluran kredit pada lapangan usaha transportasi, perundangan dan komunikasi sebesar Rp3,08 triliun dengan share 1,75 persen serta pertumbuhan 18,07 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan di sektor lainnya yang mendominan yakni penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar Rp3,65 triliun atau dengan pertumbuhan 14,83 persen. Di sektor ini share penyaluran kreditnya telah mencapai 2,97 persen,” terangnya.

Baca Juga : PLN Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Sulsel untuk Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sulbagsel

Disisi lain, pada sektor perikanan juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 5,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan jumlah penyaluran Rp2,20 triliun.

“Perkembangan tersebut menunjukkan mulai menguatnya peran sektor perikanan sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah,” ujarnya.

Muchlasin menilai pertumbuhan kredit di berbagai sektor tersebut menunjukkan penyaluran pembiayaan perbankan mulai bergerak lebih seimbang dan sesuai dengan struktur ekonomi Sulawesi Selatan. Selain itu, menunjukkan bahwa intermediasi perbankan tidak hanya terkonsentrasi pada sektor perdagangan, tetapi juga mulai mengalir lebih kuat ke sektor-sektor produktif yang menjadi kekuatan ekonomi Sulawesi Selatan, seperti pertanian dan perikanan.

Baca Juga : BI Sulsel Raih Dua Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards

“Kalau kami melihat kenaikan pada beberapa sektor lapangan usaha ini seimbang, dan mulai menunjukkan bahwa industri kita di Sulawesi Selatan sudah mendapatkan kredit dengan baik sesuai profil ekonomi daerah kita,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646