0%
logo header
Senin, 13 Juni 2022 16:46

Penyusunan Master Plan Smart City di Luwu Utara Masuki Tahapan Bimtek, Hadirkan Tim Ahli Kominfo RI

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Dihadiri Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indiani. Bimtek Smart City Luwu Utara Hadirkan Tim Ahli Kominfo RI. (Ist)
Dihadiri Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indiani. Bimtek Smart City Luwu Utara Hadirkan Tim Ahli Kominfo RI. (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU UTARA — Penyusunan master plan Smart City (Kota Cerdas) di Kabupaten Luwu Utara memasuki tahapan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang rencananya akan dilaksanakan sebanyak empat tahapan yang diharap selesai dalam jangka waktu empat bulan ke depan.

Bimtek tahap pertama digelar secara hibrid (daring dan luring), Senin (13/06/2022), di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara, dan dibuka Bupati Indah Putri Indriani.

Bimtek ini juga diikuti Kadis Kominfo Sulsel, unsur Forkopimda, Dewan Smart City dan Tim Pelaksana Smart City yang telah dibentuk.

Baca Juga : RMS Ungkap Alasan Dibalik Keputusan Pilih Putri Dakka Jadi Ketua NasDem Luwu Utara

Dewan Smart City melibatkan unsur Pemerintah Daerah, dalam hal ini para Kepala Perangkat Daerah dan Camat, serta unsur Perguruan Tinggi (Unhas Makassar, Unanda Palopo, Uncokro Palopo, dan ITH Parepare), unsur Perbankan, BUMN/BUMD serta Media/Pers.

Tim Pelaksana Smart City sendiri terdiri atas para Kepala Perangkat Daerah (PD) yang menjadi Koordinator di enam Dimensi Smart City, para Sekretaris Dinas (Sekdis) dalam hal ini para PPID, serta para Kasubag Perencanaan masing-masing Perangkat Daerah yang ada.

Bimtek tahap pertama ini juga dihadiri perwakilan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Febrina Teresia, serta Tim Ahli Smart City Kemkominfo, masing-masing Rudy Hartanto, Agus Tri Cahyono, dan Tika Nurwidiani.

Baca Juga : Turnamen Bola Basket Perbasi Luwu Utara Cup Resmi Dihelat, 16 Tim Siap Berlaga

Bupati Indah Putri Indriani mengapresiasi Kemkominfo atas ditetapkannya Luwu Utara sebagai salah satu daerah penyelenggara Smart City di Indonesia. “Penetapan ini tentu telah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat oleh tim penilai dari berbagai kalangan, baik pemerintah, perguruan tinggi maupun praktisi,” kata Indah.

Indah mengutarakan, tahapan seleksi dilakukan dalam rentang waktu yang cukup lama, antara lain mulai dari pemenuhan data eksisting TIK, potensi pengembangan, program, wawancara, penandatanganan MoU, sampai kepada penyiapan regulasi Dewan Smart City dan Tim Pelaksana Smart City.

“Dengan adanya kepercayaan ini, apalagi dukungan Kemkominfo bersama Kementerian dan stakeholder terkait lainnya, kami optimistis gerakan ini bisa menjadikan kota Masamba menuju Smart City menyusul kota-kota lain yang sudah maju,” imbuh Bupati.

Baca Juga : Dihadapan Indah Putri Indriani, Nur Alika Sampaikan Keinginan Ingin Jadi Bupati

Olehnya itu, ia meminta perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak yang terlibat dalam gerakan Smart City untuk mengikuti kegiatan Bimtek Penyusunan Master Plan dan penyusunan Quick Win program unggulan Smart City di Kabupaten Luwu Utara.

“Kita harap melalui Bimtek ini akan menghasilkan dokumen master plan smart city, di mana perencanaan, penganggaran dan quick win yang bisa terintegrasi dari enam dimensi yang ada. Kita tak ingin dokumen yang dihasilkan ini hanya sebatas output saja,” tandas Indah.

Sementara perwakilan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemkominfo, Febriana Teresia, mengatakan bahwa penerapan smart city di Indonesia adalah bagian dari upaya Presiden untuk mengakselerasi transformasi digital.

Baca Juga : Letakkan Batu Pertama, Bupati Indah Mengawali Pembangunan Pasar Rakyat Tarue

“50 kabupaten/kota yang terpilih tahun ini sudah melalui mekanisme assesment atau pengujian yang data dasarnya kami dapat dari Kementerian Keuangan, BAPPENAS, KemenPANRB dan Kemendagri. Jadi, Smart City ini tidak hanya program Kominfo saja, tapi ini program kolaborasi,” jelas Febriana.

Dikatakannya, output dari kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen master plan sesuai potensi dan tantangan masing-masing daerah. “Jadi smart city ini tidak bisa dipukul rata bahwa seluruh daerah master plan-nya harus sama. Smart city ini juga memperhitungkan kearifan lokal dan potensi lokal daerah masing-masing,” terangnya.

Masih Febriana, proses pemilihan 50 kabupaten/kota sebagai penyusun master plan smart city di Indonesia sudah melalui serangkaian proses yang panjang, tidak langsung dipilih begitu saja tanpa melalui pengujian.

Baca Juga : Letakkan Batu Pertama, Bupati Indah Mengawali Pembangunan Pasar Rakyat Tarue

“Kita sudah melalui proses assesmen, launching dan penandatanganan MoU. Saat ini kita masuk tahapan implementasi, yaitu empat kali Bimtek. Mohon kami dibantu, karena setelah ini, saat dokumen-nya jadi, quick win sudah ditetapkan, bulan Oktober nanti, bapak/ibu kami undang ke jakarta untuk memaparkan dokumen master plan dan hasil quick win-nya,” pungkasnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646