0%
logo header
Kamis, 16 Juni 2022 17:41

Polisi Nilai Pergerakan Ormas Khilafatul Muslimin Bertentangan Dengan Ideologi Negara

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memimpin press confrence perkembangan Khilafatul Muslimin di Polda Metro Jaya, Kamis (16/06/2022). (Ist)
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memimpin press confrence perkembangan Khilafatul Muslimin di Polda Metro Jaya, Kamis (16/06/2022). (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Polda Metro Jaya mengungkap hasil penyelidikan yang dilakukan bersama pihak-pihak terkait dalam pemeriksaan lebih lanjut terkait kelompok Khilafatul Muslimin.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Kombes Pol Hengki Haryadi menyampaikan, hasil penyelidikan yang dilakukan akan mengungkap setiap tersangka yang telah ditahan dan potensial tersangka lainnya.

“Ada suatu yang lebih besar lagi yang harus diungkap, dimana ini menyangkut suatu organisasi. Dalam penyelidikan, kami temukan adanya perbuatan melawan hukum, adanya pidana. Tidak hanya sebagai personal, tetapi dalam suatu organisasi,” ungkap Hengki dalam konferensi pers, Kamis (16/06/2022) di Polda Metro Jaya.

Baca Juga : Wakapolda Pimpin Apel Besar Saka Bhayangkara Di Polda Metro Jaya

Hengki menjelaskan, dalam temuannya kelompok atau organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin memiliki badan hukum yayasan. Dalam UU ormas, yayasan merupakan bagian dari ormas itu sendiri, yaitu yang pertama perkumpulan dan yang kedua yayasan.

“Dan ternyata yayasan ini juga memiliki kaitan dengan kantor pusat yang ada di Lampung. Oleh karenanya kami konstruksikan pasal terkait dengan UU ormas yaitu (Khilafatul Muslimin) suatu organisasi masyarakat yang menganut (dan) mengembangkan paham yang bertentangan dengan Pancasila,” kata Hengki.

“Dan juga kami konstuksikan juga dengan UU No 1 tahun 46 yaitu terkait penyampaian berita bohong yang bisa menimbulkan keonaran,” tutupnya.

Baca Juga : Mantan Menpora Roy Suryo Resmi Ditahan di Polda Metro Jaya

Dalam kesempatan yang sama Kapolda Metro Jaya Irjen pol Fadil Imran mengatakan perilaku ormas Khilafatul Muslimin, bila ditelaah lebih dalam pada dasarnya bukan sekadar merupakan suatu pelanggaran hukum pidana konvensional.

“Akan tetapi kejahatan ini sudah merupakan ranah offense against the state,” ujar Fadil Imran dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.

Pergerakan Khilafatul Muslimin yang sering kali tidak terlihat (invisible crime) ini bertentangan dengan ideologi negara.

Baca Juga : Polda Metro Jaya, Besok Cek TKP ‘Kuburan’ Beras Bansos di Depok

Fadil mengatakan fenomena kejahatan hidden crime ini bergerak di bawah bayangan dan kegelapan di sisi gelap kehidupan yang tidak terawasi. Pada praktiknya kejahatan ini juga berada di tengah-tengah masyarakat.

“Berlindung dan berbaur dalam praktik-praktik sosial, politik, ekonomi, keagamaan dan kemasyarakatan, yang dikenal sebagai hidden crime atau invisible crimes. Tidak ada yang tahu kejahatan tersebut tengah berlangsung, bahkan korbannya sering kali tidak menyadari bahwa dirinya tengah menjadi korban,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Khilafatul Muslimin telah membangun pemerintahan. Khilafatul Muslimin juga disinyalir sedang membangun negara dalam sebuah negara.

Baca Juga : Kapolda Metro Jaya Menandatangani Kesepakatan Magang Dengan Mahasiswa Kriminologi FISIP UI

“Senyatanya ormas ini telah membangun struktur pemerintahan, membangun suatu sistem kewarganegaraan dan susunan kemasyarakakatan, sistem pendidikan, sistem pertukaran barang dan jasa, yang keseluruhannya mengerucut pada adanya situasi yang menunjukkan adanya negara dalam negara,” jelasnya.

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646